Kasi Intel Gilbert Sitindaon SH didamping Kasi Pidsus Hiras Nainggolan SH, saat memberi keterangan kepada wartawan

Balige-Intipnews.com:Dua pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Disnakertrans] Toba Samosir [Tobasa] ditahan Kejaksaan Negeri, Rabu sore 4 Desember 2019.

Pejabat tersebut, TS sebagai Kadisnakertrans dan NS sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan [PPTK] dalam kasus dugaan korupsiĀ anggaran padat karya tahun anggaran 2018.

“Hari ini, Rabu 4 Desember 2019, Kejaksaan Negeri Toba Samosir resmi menetapkan kedua pejabat itu tersangka dan juga menahannya,” ujar Kasintel Gilberth Sitindaon SH didampingi Kasi Pidsus Hiras Nainggolan SH kepada Wartawan di kantornya di Balige.

Gilbert menjelaskan, dalam kasus dugaan korupsi ini, diduga ada kerugian negara sebesar Rp264 juta, sehingga pihaknya resmi menetapkan tersangka kepada kedua pejabat tersebut.

Sebelumnya, dalam kasus ini pihak Kejari Tobasa telah melakukan penggeledahan di kantor Disnakertrans yakni kantor kedua tersangka September 2019.

Dari hasil penggeledahan, pihak Kejari meneruskan ke Universitas Sumatera Utara [USU] untuk penghitungan kerugian Negara akibat dugaan korupsi proyek padat karya.

Aktivitas di Disnaker Berjalan Seperti Biasa

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tobasa Audi Murphy Sitorus melalui selulernya mengakui sudah mengetahui perihal penangkapan tersebut dari berbagai sumber.

Namun diakuinya surat penangkapan tersebut memang belum diterimanya hingga kini. Apapun itu, pihaknya tetap menghormati proses hukum apalagi ada tindakan pejabat yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Menurut Murphy, penangkapan ini sudah diketahui Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian. “Beliau berpesan agar aktivitas di Disnaker berjalan seperti biasa, dan secepatnya akan dibahas terkait siapa penanggungjawab di OPD tersebut,” katanya.

  • Laporan Manuala Tampubolon
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini