22 Pasangan Terlarang Terjaring di Rumah Kos Sidimpuan

0
86
Petugas berdialog dengan salah seorang laki-laki yang bersama pasangan terlarang

Sidimpuan-Intipnews.com:Petugas gabungan Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja [Satpol PP], dibantu Personel Sabhara Polres Padangsidimpuan, Sumatera Utara melakukan operasi dan razia dalam penanganan masalah pelanggaran sosial di tempat kos dan hotel Kota Padangsidimpuan, Kamis 11 Desember 2019 malam.

Melalui operasi penertiban tersebut sejumlah 22 Pasangan terlarang [bukan suami istri] wanita tanpa identitas diamankan dari sejumlah rumah kos di kawasan Jalan Pelita Kelurahan Ujung Padang.

Dari jalan Pelita, ‎tim gabungan kemudian melanjutkan operasi ke sejumlah hotel di kawasan Jalan Sudirman eks Merdeka, jalan SM Raja Siborang, Hotel Asri di jl Tonga hotel di jl Teuku Umar, dan Hotel di Padang Matinggi.

Belasan kamar dari lokasi Hotel itu disisir petugas‎ satu persatu, hasilnya, puluhan pasangan bukan suami istri dan sejumlah wanita berhasil diamankan. Mereka pun diboyong ke Kantor Dinas Sosial di jalan komplek perkantontoran Pemko Padangsidimpuan Jl Raja Inal Palopat Padangsidimpuan Tenggara.

Kadis Sosial Pemko Padangsidimpuan, Sopian Sobri Lubis menyebutkan, operasi penertiban pasangan mesum ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas Kota Padangsidimpuan menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Terus Melakukan Penertiban

Penertiban juga dilakukan sebagai bentuk respon atas keluhan masyarakat yang selama ini resah dengan banyaknya aktivitas pasangan yang bukan suami istri keluar masuk hotel.

Dari keterangan Kadis, mereka yang diamankan yang bukan pasangan suami isteri dan sejumlah wanita dan pria sebanyak 22 orang sedang berdua di dalam kamar hotel dan tempat kos yang tersebar di Kota Padangsidimpuan.

“Usai mereka terjaring dalam razia, mereka kita bawa ke kantor untuk di-assesment, kemudian bagi pasangan terkena razia yang bukan pasangan suami istri, kita kita panggil keluarganya untuk dikembalikan ke  keluarga,“ terang Kadis Sosial.

Ditegaskan Sopian, pihaknya akan terus melakukan penertiban seperti ini dan akan lebih aktif lagi. “Bukan hanya mendengar laporan masyarakat, tetapi akan menyisir titik-titik yang terindikasi ada aktivitas para pelaku seks bebas, dan WTS,” tuturnya.

  • Laporan Tantawi Panggabean
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini