Proyek pembangunan gedung perkuliahan terpadu UINSU yang mangkrak.Foto Istimewa

Medan-Intipnews.com:Polda Sumatera Utara [Poldasu] menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Sumatera Utara [UINSU] tahun ajaran 2018.

Dari tiga tersangka yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Subdit 3 /Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus [Ditreskrimsus] Poldasu hanya seorang yang hadir pada panggilan pemeriksaan  Polda Sumatera Utara [Sumut], Rabu (16/9).

Sementara, dua orang tersangka lainnya mangkir atau tidak hadir dengan alasan adanya kesibukan. Oleh karena itu, petugas akan melakukan penjadwalan ulang terhadap keduanya.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis 16 September 2020 mengatakan hanya satu tersangka yang memenuhi panggilan tersebut. Sementara dua tersangka lainnya tidak hadir karena ada kesibukan.

Namun, MP Nainggolan mengaku tidak mengetahui identitas tersangka yang hadir pada saat pemeriksaan. Begitu juga dengan identitas tersangka yang mangkir, dia mengaku tidak mengetahuinya, sebagaimana dilansir Antara.

“Penyidik sedang menjadwal ulang pemeriksaan dua tersangka yang belum hadir,” ucap dia. Seperti diketahui, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya belum dilakukan penahanan oleh petugas kepolisian.

Terkait hal itu, MP Nainggolan mengatakan penahanan belum dilakukan lantaran para tersangka bersikap kooperatif pada petugas. “Belum dilakukan penahanan karena tersangka kooperatif dan itu merupakan kewenangan penyidik,” tukasnya.

Penetapan ketiganya berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor : R-64 / PW02 / 5.1 / 2020, tanggal 14 Agustus 2020, senilai lebih dari Rp10 miliar.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini