Pemko Gunungsitoli Pasang Baliho Larangan Rusak Lingkungan

0
93

Perusak lingkungan dipidana penjara paling singkat 3 tahun paling lama 10 tahun penjara, dan denda Rp 3 miliar, paling tinggi Rp 10 miliar.

 

Gunungsitoli-Intipnews.com:Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup memasang baliho larangan perusakan lingkungan dan sanksi kepada para pelaku [foto].

Baliho tersebut dipasang oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup disaksikan Lurah Ikir dan Kepala Lingkungan di lokasi reklamasi ilegal di pantai Sahondro, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Senin 2 Februari 2020.

Hendrik salah seorang warga, Senin, mengaku sangat berterima kasih Pemko Gunungsitoli tegas dan memasang baliho pemberitahuan sanksi kepada pelaku perusakan lingkungan hidup.

Dia mengaku ikut menyaksikan pemasangan baliho tersebut dan berharap para pelaku perusakan lingkungan hidup di Kota Gunungsitoli ditindak tegas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli Yarni Gulo, Selasa 3 Februari membenarkan jika kemarin dinas  lingkungan hidup ada memasang baliho tentang peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di lokasi reklamasi ilegal.

“Karena kita tidak punya kegiatan sosialisasi dengan mengumpulkan orang, maka kita menyampaikan sosialisasi dengan pemasangan baliho dan melalui radio republik indonesia,” jelasnya.

Dia juga memberitahu jika baliho tersebut dipasang di pagar eks terminal Gunungsitoli dan kawasan pusat jajanan malam. Untuk diketahui, pada baliho yang dipasang dinas lingkungan hidup tertera undang undang republik Indonesia nomor 32 tahun 2019 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Dimana dalam undang undang tersebut tercantum pada pasal 3 ayat (h) jika perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bertujuan mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.

Kemudian pasal 67 yang berbunyi setiap orang berkewajiban memelihara fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Lalu pasal 69 ayat 1 yang berbunyi setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup.

Terakhir pasal 98 ayat 1 yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 10 tahun penjara dan denda paling rendah Rp 3 milliar dan paling tinggi Rp 10 milliar.

* Irwanto Hulu