Akhyar Nasution saat memberi keterangan pers

Bawaslu menunggu klarifikasi penyelenggara pengukuhan Paguyuban Pejuang Legiman. Jika, terbukti melakukan pelanggan pemilu, Payung menyebutkan, Akhyar bisa dipidana kurungan paling lama 2 tahun…

Medan-Intipnews.com:Berawal di-publish media massa akhir Oktober 2020, Paslon No. 1 Akhyar Nasution dilaporkan ke Bawaslu Medan, atas dugaan menghalangi anggota Panitia Pengawas Kecamatan [Panwascam] saat menghadiri acara keluarga besarnya, yakni Paguyuban Pejuang Legiman di kawasan Medan Deli.

Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution membantah dirinya melakukan pemukulan terhadap anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan [Panwascam] Medan Deli. Ini diungkapkannya usai memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Penegakkan Hukum Terpadu [Gakkumdu]atas laporan upaya menghalang-halangi wewenang petugas Panwascam pada Minggu 1 Oktober 2020.

Soal adanya tuduhan ancaman pemukulan terhadap petugas Panwascam, Akhyar menganggap tuduhan itu bohong dan menyesatkan.

“Karena diundang Bawaslu Kota Medan dan sebagai rasa hormat atas panggilan tersebut, jadi hadir ke kantor Bawaslu. Ketika ditanya apa kejadian malam itu, ya nggak ada kejadian apa-apa. Benar, itu keterangan saya di situ,” kata Akhyar.

Ia menyesalkan sikap petugas Panwascam yang lebih dulu menyebarkan berita tersebut ke media massa dan membuat dirinya merasa dirugikan sebagai Calon Walikota Medan di Pilkada 2020 bersama pasangannya Salman Alfarisi.

Sementara Ketua Panwascam Medan Deli Faisal Haris tetap bersikukuh dia merasa Akhyar hendak memukulnya. Padahal saat itu dia hanya menyapa Akhyar. Namun Akhyar langsung mengambil ancang-ancang akan memukulnya.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini