Akhyar: Transportasi Massal BTS Segera Dioprasikan Gratis

0
44
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution [kanan] mencoba transportasi massal BTS di Medan

Medan-Intipnews.com:Transportasi Massal Skema Buy The Service [BTS] dioperasikan April mendatang dengan menggunakan 81 unit bus. Selama setahun uji coba BTS berlangsung, masyarakat gratis menggunakan bus massal, tapi harus menggunakan e-money dengan nol saldo.

Hal itu diungkapkan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution  saat menguji coba Lintasan Transportasi Massal Skema Buy The Service [BTS], Rabu 6 Februari 2020, untuk selanjutnya segera dioperasikan.

Pengujian lintasan bus massal ini dilakukan Akhyar bersama  Kasubdit Angkutan Umum Ditjen Hubdat Kementrian Perhubungan Hadi Setyabudi P,  Ketua Organda Medan Montgomery Munthe, Kadishub Sumut Abdul Haris, Kadishub Kota Medan Iswar Lubis serta sejumlah pengusaha angkutan.

Dari 5 lintasan koridor  yang  telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran BTS,  Akhyar menguji lintasan Koridor 2  yang melayani rute Lapangan Merdeka-Terminal Amplas dengan jarak sekitar 9,6 km.

Untuk Koridor 2, dengan jumlah 56 halte dan dilayani bus besar sejumlah 11 unit. Selain Koridor 2, ada Koridor 1 dengan rute Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka sepanjang 9,7 km dengan 46 halte dan dilayani bus besar 11 unit.

Kemudian Koridor 3 Belawan-Lapangan Merdeka 24,1 km memiliki 112 halte bus besar 21 unit. Koridor 4 Tuntungan-Lapangan Merdeka 18,1 km memiliki 87 halte dilayani 17 unit bus besar. Koridor 5 Tembung-Lapangan Merdeka 8,3 km dan 42 halte serta dilayani bus besar 10 unit.

Alhamdulillah, kita mengusulkan 8 koridor tapi 5 koridor yang disetujui Kementrian Perhubungan. Insya Allah [koridor] ini akan terus berkembang. Kemudian Terminal Amplas saat ini sedang dalam proses tender awal April dimulai pembangunan,” tutur Akhyar.

Kemenhub, tambahnya, menyediakan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk moda transportasi massal skema BTS di Kota Medan, berarti anggaran 1 koridor sebesar Rp 10 miliar. Untuk tahun pertama beroperasi, moda transportasi massal ini gratis.

  • Laporan Roni Neliati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini