Akibat Kekhawatiran Virus Corona, Harga Minyak Dunia Merosot

0
88
Ilustrasi Virus Corona

Intipnews.com:Harga minyak dunia merosot lebih dari 2 persen pada Rabu [22/1/2020], akibat kekhawatiran permintaan di tengah merebaknya virus corona di Tiongkok yang melebihi kekhawatiran atas gangguan terhadap produksi minyak mentah Libya.

Sebagaimana dilansir Reuters, Kamis 23 Januari 2020 minyak mentah berjangka Brent di pasar internasional ditutup merosot 1,38 dolar AS, atau 2,1 persen menjadi 63,21 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 1,64 dolar AS atau 2,8 persen menjadi 56,74 dolar AS per barel. Kepala IEA, Fatih Birol, memperkirakan pasar akan mengalami surplus sebesar 1 juta barel per hari [bph] pada semester pertama tahun ini.

“Harga minyak tetap berat karena kekhawatiran kelebihan pasokan dan setelah Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz, tidak menawarkan sedikit pun optimisme bahwa pengurangan produksi OPEC + akan diperpanjang melampaui Maret,” kata Edward Moya, analis OANDA di New York.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia belum bisa memastikan bahwa wabah pneumonia yang disebabkan oleh novel coronavirus [nCoV] atau virus Corona yang berasal dari Tiongkok dapat menyebar dari manusia ke manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, dr Wiendra Woworuntu, M.Kes di Jakarta, Rabu, ([22/1/2020)].

“Kita tunggu pernyataan langsung WHO yang mengatakan bahwa sudah terjadi penyebaran manusia ke manusia,” kata Wiendra. Hingga saat ini, Wiendra mengaku pihak pemerintah Indonesia, utamanya Kemenkes RI belum mendapatkan pernyataan resmi dari Badan Kesehatan Dunia tersebut.

Sebelumnya pihak otoritas kesehatan di Tiongkok menyatakan pneumonia misterius yang disebabkan oleh virus korona ini dapat menyebar dari manusia ke manusia. “Sudah pasti transmisi manusia ke manusia,” ucap pernyataan otoritas kesehatan Tiongkok yang dilansir CNN.

Di Jakarta sendiri, Kemenkes RI mengaku masih menunggu hasil rapat yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, yang dilakukan hari ini.

“Kami masih menunggu hari ini apakah virus korona masuk kategori emergency atau tidak dan memberi tahu apakah sudah ada transmisi manusia ke manusia. Tapi tanpa menunggu itu yang paling penting apakah negara kita siap? Kita siap,” tambah Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, drg R Vensya Sitohang M Epid dalam acara yang sama.

Kementerian Kesehatan juga memastikan belum ada WNI yang terkonfirmasi terjangkit penyakit akibat virus corona ini. Virus sendiri sudah dinyatakan tersebar di beberapa negara seperti Tiongkok, Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, Amerika Serikat dan diduga ada kasus di Australia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini