Aktris Penuh Totalitas Ken Zuraida Berpulang

3
Aktris Penuh Totalitas
Ken Zuraida. (Foto: Ist)

JakartaIntipnews:  Aktris penuh totalitas sekaligus istri penyair WS Rendra, Ken Zuraida (67), meninggal dunia Senin ,9 Agustus 2021 pagi di Jakarta. Jenazah dimakamkan di Bengkel Teater Rendra, Depok, Jawa Barat, pada Senin sore.

Sebelum meninggal, Ken menderita sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur. Ia diketahui sempat dirawat di unit perawatan intensif, kemudian kondisinya membaik. Ia kembali dilarikan ke unit perawatan intensif sebelum mengembuskan napas terakhir.

Ken adalah aktris penuh totalitas yang kerap bermain teater. Selepas kematian WS Rendra pada 2009, Ken turun tangan memimpin Bengkel Teater Rendra yang ada di Citayam, Depok, Jawa Barat. Bengkel Teater Rendra melahirkan sejumlah aktor kawakan, seperti almarhum Adi Kurdi dan Jose Rizal Manua.

Menurut produser dan sutradra Lola Amaria yang kenal dekat dengan almarhumah, Ken adalah sosok yang keibuan dan profesional. Ken pernah berperan dalam film Lima yang digarap Lola. Film itu tayang pada 2018. Lola juga mengajak Ken berlakon di film pendek Riuh yang tayang pada akhir 2020.

”Film itu dibuat dalam keadaan serba terbatas pada masa pandemi. Di sisi lain, saya ketar-ketir karena ia adalah orangtua dengan komorbid. Tapi, saya salut dengan semangatnya. Dia sangat semangat saat datang ke lokasi shooting, take, dan saat latihan,” kata Lola saat dihubungi pada Senin 9 Agustus2021 malam.

Selain itu, Ken dinilai Lola sebagai aktris penuh totalitas dalam melakukan pekerjaannya. Sebagai aktris, Ken dapat mengeksplorasi dan mengeksekusi permintaan sutradara, bahkan jauh melebihi ekspektasi.

Dia tahu cara bersikap profesional untuk dirinya dan orang lain. Dia bilang, kalau sudah komitmen, dia akan berikan yang terbaik, uc ap Lola Amaria.

 ”Dia tahu cara bersikap profesional untuk dirinya dan orang lain. Dia bilang, kalau sudah komitmen, dia akan berikan yang terbaik,” tambah Lola.

Saat dihubungi terpisah, seniman Butet Kartaredjasa mengatakan, ia mengenal sosok Ken sebagai istri temannya, WS Rendra. Butet pernah menonton teater Kereta Kencana yang diperankan berdua oleh WS Rendra dan Ken. Menurut Butet, permainan teater Rendra sangat cemerlang. Ia mengapresiasi Ken yang dinilai dapat mengimbangi permainan Rendra.

Dengan kematian Ken, Butet mendorong agar keturunan-keturunan Rendra dan Ken segera mengamankan dokumen-dokumen peninggalan Rendra. Hal itu mencakup, antaralain, foto, tulisan, dan dokumen lain karya WS Rendra.

”Itu kekayaan utama dari budayawan Rendra. Dokumen-dokumen itu punya jejak sejarah yang sangat penting untuk perkembangan seni teater modern di Indonesia. Itu bisa jadi sumber kajian dan ilmu pengetahuan buat generasi mendatang,” tutur Butet. *kps