Unjuk rasa Ampera dibumbui aksi teaterikal. Foto Istimewa

Mereka meminta agar terdakwa tidak divonis dengan hukuman mati terlebih lebih karena terdakwa bersedia membongkar jaringan narkoba yang ada di Mandailing Natal, Sumatera Utara…

Sidimpuan-Intipnews.com:Aksi masa Aliansi Mahasiswa Pemuda Pejuang Rakyat [Ampera] Tapanuli Bagian Selatan [Tabagsel] membawa poster bertuliskan “Tegakkan HAM hak hidup adalah hak asasi manusia”, “Vonis mati tanpa emosi” dan poster “Pak JPU tuntutan mati bukanlah solusi, DPOnya mana?”

Demikian suara Ampera dan kaum ibu saat berunjuk rasa di depan Gedung Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, Senin [7/9], yang dibumbui aksi yang teatrikal meminta supaya kedua terdakwa kurir narkoba 250 kg ganja tidak dihukum mati.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Rabu 9 September 2020, pengunjuk rasa umumnya datang dari Kabupaten Mandailing Natal [Madina] Kabupaten Sumatera Utara yang merupakan kampung halaman kedua terdakwa yang terancam hukuman mati.

Kuasa hukum kedua terpidana mati, Sahor Bangun Ritonga mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat dan mahasiswa yang melakukan aksi simpatik tersebut. Menurutnya, sebagai kuasa hukum kedua terdakwa, dia terus berusaha agar kliennya terhindar dari hukuman mati.

Diketahui sebelumnya, 2 kurir ganja seberat 250 kilogram yang ditangkap aparat Polres Padangsidimpuan, Sumatera Utara 9 Januari 2020, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum, Gabena Pohan pada sidang Selasa [18/7].

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini