Anggota DPRD Labusel Imam Firmadi bersama penasehat hukum meninggalkan Polres Labuhanbatu usai penyidikan. Foto Istimewa

Labuhanbatu-Intipnews.com:Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan [Labusel] Imam Firmadi bersama tiga orang rekannya, selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi penganiayaan berat supir hingga terluka parah.

Imam Firmadi bersama 3 orang terlapor lainnya tidak ditahan dengan alasan berstatus sebagai saksi dalam dugaan tindakan kekerasan fisik, melakukan pemukulan dan diduga  mencabut paksa kuku kaki kiri korban Muhammad Jefry Yono.

Anggota DPRD Labusel dari Fraksi PDI Perjuangan ini terlihat santai, tanpa ada ketegangan di raut wajahnya usai di periksa tim penyidik kepolisian.

Kepolisian Resor Labuhanbatu masih melakukan proses penyidikan dan menetapkan Imam Firmadi bersama 3 orang rekannya masih sebagai saksi. Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena kasus ini masih proses penyidikan.

“Keempatnya diperiksa sebagai saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP. Parikhesit.

Namun sebagaimana dilansir Antara, terlapor disangkakan melanggar KUHP Pasal 353 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun, kemudian Pasal 170 ayat 2 yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

Jefry Yono sebagaimana di-publish media massa menjadi korban penganiayaan berat Imam Firmadi bersama 3 orang rekannya terkait perselisihan peminjaman sepeda motor. Sementara, korban mengalami trauma yang mendalam dan luka lebam bagian wajah, kepala, dada, punggung, perut hingga kaki.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini