Armando-Gunawan Muhamad Bikin Petisi Jokowi Pecat Yasonna Laoly

0
176
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly
Ada 52 orang yang menggagas petisi meminta Presiden Jokowi memecat Yasonna. Ada tokoh publik  Ray Rangkuti, Dosen UIN Jakarta Saiful Mujani, akademisi Luthfi Assyaukanie, hingga Saidiman Ahmad…

Jakarta-Intipnews.com:Akademisi dari Universitas Indonesia Ade Armando, bersama sastrawan Goenawan Mohamad dan puluhan orang dari warga biasa, aktivis hingga pengacara menggagas petisi di laman change.org, meminta Presiden Joko Widodo memecat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku.

Petisi gagasan Ade Armando dan kawan-kawan bertajuk ‘Presiden Jokowi, Berhentikan Yasonna Laoly karena Kebohongan Publik tentang Harun Masiku’. Hingga berita ini ditulis, petisi tersebut sudah ditandatangani 150 warganet dan jumlahnya terus bertambah. Target awal adalah mencapai 200 tanda tangan.

Informasi dihimpun Intipnews.com Kamis 23 Januari 2020, Ade dan kawan-kawan menganggap Yasonna telah berbohong karena pada 16 Januari menyebut Harun Masiku tidak berada di Indonesia. Sementara hari ini, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengungkapkan bahwa Harun Masiku telah berada di Jakarta sejak 7 Januari.

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie beralasan keterlambatan pihaknya mengetahui kepulangan Harun akibat delay system dampak dari perbaikan sistem yang tengah dilakukan.

Gunawan Muhamad & Ade Armando. Foto Istimewa

Para pembuat petisi menolak alasan Imigrasi tersebut. “Penjelasan Ditjen Imigrasi ini jelas terasa mengada-ada,” demikian tertulis di laman petisi, sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Status Harun Masiku saat ini adalah buron Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK)]. Para pembuat petisi menyatakan Menkumham harus bertanggungjawab. Alasannya, Yasonna mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi untuk menjaga kewibawaan dan penegakan hukum.

Sedikitnya ada 52 orang yang menggagas petisi meminta Presiden Jokowi memecat Yasonna. Di antara puluhan orang itu terdapat tokoh publik seperti Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia, Dosen UIN Jakarta Saiful Mujani, akademisi Luthfi Assyaukanie, hingga Saidiman Ahmad [SEJUK].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini