As Atmadi: Pinangki-Angelina, Serupa Tapi Tak Sama

0
35
As Atmadi: Pinangki-Angelina
As Atmadi Pinangki-Angelina, Serupa Tapi Tak Sama. Foto Istimewa

Intipnews.com:SOAL potongan hukum Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap Pinangki menuai sorotan dan pertanyaan. Kog bisa!. Pinangki dihukum 10 tahun penjara karena terbukti menerima suap 500 ribu dolar dan pencucian uang, terkait perkara yang menjerat Djoko Tjandra, hukumannya dipotong sampai tinggal 4 tahun saja.

Pengadilan Tinggi Jakarta yang memotong hukuman Jaksa Pinangki, disorot rakyat. Telah membuat banyak kalangan keberatan, dianggap pemotongan tanpa rasa keadilan. Dijadikan penambah bumbu keriuhan lembaga anti korupsi di Indonesia, yang penyidiknya terlibat suap di kasus dugaan korupsi Walikota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Kasus Jaksa Pinangki, juga soal gratifikasi. Potongan sampai 6 tahun di kasus korupsi dilakukan aparat penegak hukum, cukup memukul hati rakyat. Lebih dari itu menimbulkan preseden buruk dalam pemberantasan korupsi di negeri yang banyak diisi para koruptor.

Disebutkan di media massa, Pengadilan Tinggi meyakini oknum Jaksa Pinangki terbukti menerima suap, melakukan pencucian uang, serta pemufakatan jahat. Tetapi kemudian, dikaitkan dengan sejumlah pertimbangan yang membuat hakim menilai Jaksa Pinangki layak untuk dihukum lebih ringan. Ck! Apakah ini bisa disebut praktik hukum yang ambigu.

Pertimbangan itu yakni, Pinangki mengaku bersalah dan mengatakan menyesali perbuatannya serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesinya sebagai Jaksa. Dia seorang ibu dari anaknya masih balita [berusia 4 tahun], layak diberi kesempatan untuk mengasuh dan memberi kasih sayang kepada anaknya dalam masa pertumbuhannya.

Di balik itu banyak kisah rakyat kecil yang punya anak kecil, akibat kejahatan harus tetap menjalani hukumannya di balik trili besi. Bahkan di Aceh ada seorang ibu harus menjalani hukumannya di penjara bersama bayinya yang masih menyusui. Hukum tetap dilaksanakan di situ.

Lalu Angelina Sondakh, juga seorang wanita yang pada saat menjalani proses hukum mempunyai anak masih balita. Angelina Sondakh alias Angie adalah mantan anggota DPR RI yang terlibat kasus suap pengurusan anggaran terkait proyek Wisma Atlet Palembang.

Angie, mantan Politikus Demokrat itu saat dijerat sebagai tersangka oleh KPK Februari 2012 dan ditahan, meninggalkan anak hasil pernikahannya dengan almarhum Adjie Massaid. Saat Angie mulai menjalani sidang 2013, anaknya berusia 4 tahun.

Angelina Sondakh dihukum penjara 4,5 tahun oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Lalu banding, dan tak hanya ditolak. Bahkan, hukumannya diperberat majelis kasasi dipimpin almarhum Artidjo Alkostar, dengan 12 tahun penjara. Angie dinilai terbukti menerima suap hingga Rp 12,5 miliar dan USD 2.350.000.

Anggi mencoba mengajukan Peninjauan Kembali [PK] atas hukumannya itu. Akhirnya dikabulkan Mahkamah Agung. Hukuman Anggi pun hanya dipotong 2 tahun penjara. Sehingga, ia menjalani hukumannya 10 tahun penjara.

Serupa, Angie berhadapan dengan hukum terkait suap, tapi tak sama nasibnya dengan Pinangki. Apakah bisa disebut di negeri ini hukum tergantung retak tangan? “Mata hati punya kemampuan 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran daripada indra penglihatan,” kata Jalaluddin Rumi.

Penulis Pemimpin Umum Intipnews.com