Penebangan mangrove untuk memperluas usaha kehidupan keluarga. “Kalau saya salah memotong mangrove, saya akan tanam kembali dan minta maaf,…”

Gunungsitoli-Intipnews.com:Asisten 1, Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Nur Keumala Gulo bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yarni Gulo, Kepala Dinas Perikanan Aliran Telaumbanua [foto].

Turut serta Kepala Dinas Pertanian Elimanoko Telaumbanua dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Eko Zebua meninjau lokasi perusakan hutan mangrove di Desa Teluk Belukar, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Senin 9 November 2020.

Asisten 1 Nur Keumala Gulo meminta kepada pemilik lahan Ama Mardi untuk menghentikan penebangan pohon mangrove di Desa Teluk Belukar, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli.

“Kami datang ke lokasi ini untuk melihat kebenaran informasi terjadi perusakan hutan mangrove, dan kami apresiasi niat masyarakat membangun, tetapi jangan merusak lingkungan,” ucapnya. Pemilik lahan diminta menghentikan penebangan pohon mangrove dan mengembalikan seperti sediakala.

Kepada Kadis Lingkungan Hidup Yaeni Gulo, Kadis Perikanan Aliran Telaumbanua, Kadis Pertanian Elimanoko Telaumbanua yang juga hadir di lokasi untuk membuat telaah sekembali dari lokasi dan akan menggelar rapat terkait perusakan hutan mangrove.

“Perangkat daerah yang hadir saya minta membuat telaah, dan hari Jumat kita rapat untuk menentukan tindakan yang bakal dilakukan atas penebangan hutan mangrove,” ujarnya di lokasi hutan mangrove.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini