Awas, Varian Baru Virus Corona Delta Lebih Bahaya, Serang Anak Muda

458
Awas, Varian Baru Virus
Awas, varian baru virus corona delta lebih bahaya, serang anak muda. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Awas, varian baru virus corona delta lebih berbahaya, menyerang anak muda. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia [PB IDI] Daeng Muhammad Faqih mengatakan, varian delta virus corona kini sudah menyebar di Indonesia, lebih berbahaya bagi masyarakat.

Varian mutasi ganda asal India ini justru banyak menular kepada individu berusia muda. “Untuk varian delta, selain lebih cepat menular, juga lebih berbahaya. Mulanya menimbulkan gejala ringan, tapi perburukannya menjadi lebih cepat,” katanya di-publish luas media massa Sabtu [19/6/2021].

Ciri selanjutnya, ujarnya, sesak nafas, pegal-pegal, dan sebagainya lalu lebih cepat memburuk. Demikian diucapkan Daeng dalam diskusi virtual bertajuk ‘Covid19 Meradang Setelah Libur Panjang’, Sabtu.

Awas, varian baru virus corona delta, “Justru sekarang banyak menularkan kepada yang masih muda-muda. Maka langsung datang ke fasilitas kesehatan] dalam kondisi yang berat,” lanjutnya.

Menurut Daeng, kondisi ini bisa jadi disebabkan individu yang berusia muda sering mengkesampingkan gejala-gejala penyakit yang bersifat ringan. Padahal, dengan adanya mutasi, varian delta memiliki kecenderungan memperburuk lebih cepat.

“Sehingga masyarakat usia muda yang datang banyak yang langsung dengan gejala berat. Ini yang kita khawatirkan. Jika demikian kondisinya, potensi kesembuhan makin kecil,” tegas Daeng. Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, salah satu varian yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah varian delta B.1.617.2 atau varian mutasi ganda dari India.

Menurut data Kementerian Kesehatan, varian ini banyak ditemukan di DKI Jakarta, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan. Varian ini diketahui menyebabkan penularan Covid 19 terjadi secara lebih cepat, sebagaimana dilansir Kontan.co.id.

Wiku mengungkapkan, hingga saat ini penelusuran asal kedatangan varian delta virus corona masih terus dilakukan. Menurutnya, untuk memetakan persebaran virus ini, penelitian masih dilakukan melalui metode Whole Genome Sequencing [WGS] atau surveilans meski belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Suatu saat nanti, kita bisa menelusuri darimana virus tersebut berasal, darimana masuknya dan menyebar ke mana saja,” tukas Wiku.