Personel Polres Sunggal membopong KR untuk dievakuasi ke rumahsakit. Foto Istimewa

Deliserdang-Intipnews.com:Saat ayah dan ibu dipenjara dikabarkan kasus narkoba, anak merka KR [4, yang dititipkan ke paman dan bibi, sebagaimana di-publish media massa dianiaya oleh paman dan bibi yang jadi pengasuh.

“Kita temukan korban dengan sejumlah luka lebam. Lalu kita ke puskesmas Seimencirim untuk mendapatkan penanganan awal, seterusnya kita bawa ke RS Bhayangkara karena di sana ada dokter spesialis anak,” tutur Yasir, Jumat 23 Oktober 2020.

Informasi dihimpun Intipnews.com, kejadi itu terjadi di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis [22/10]. Penganiayaan terhadap balita KR terungkap setelah tetangga melihat kondisi KR yang kehausan dan minta minum. Sedangkan di tubuhnya didapati beberapa lebam. Momen itu pun divideokan dan dibagikan di media sosial.

Kepala Dusun 8 Desa Sei Mencirim, Isak Azhari [39] melaporkannya ke polisi. Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, turun langsung ke lokasi, Kamis malam. Dia mengamankan KR dan mengevakuasinya ke puskesmas untuk mendapat perawatan.

Warga kemudian membuat laporan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga itu ke Mapolsek Sunggal. Kasus itu diproses, lalu pasangan suami istri [pasutri] JS dan D kemudian ditangkap.

Dalam pemeriksaan, JS dan D mengaku KR tinggal bersama mereka sejak tiga bulan lalu. Pasutri ini mengasuhnya setelah kedua orang tua balita itu ditangkap dan dipenjara dalam kasus narkoba.

JS dan D mengaku menganiaya bocah itu sejak sebulan terakhir. Pasutri ini menyebutkan merekagaku emosi karena bocah buang air tidak pada tempatnya.
“Sudah tiga bulan di rumah. Dua bulan kami ajari terus supaya buang air besar di kamar mandi, awalnya dia tahu. Tapi berulang seperti itu,” kata D yang tengah hamil.

Pasutri ini dijerat dengan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya hukuman 5 tahun penjara karena telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” jelas Yasir. * Mdc

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini