Sekretaris DPP LSM Bara Api, Afifuddin

Asahan-Intipnews.com:Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anti Korupsi [DPP LSM Bara Api] Afifuddin, Sumatera Utara merasa kecewa terhadap vonis terdakwa bandar narkoba hanya 1 tahun kurungan oleh majelis hakim pengadilan negeri [PN] Kisaran, Asahan Rabu [22/1/2020].

Kepada wartawan, Afifudin berharap seharusnya Jaksa melakukan upaya banding dengan vonis 1 tahun kepada terdakwa bandar narkoba Susilawadi yang memiliki barang bukti narkoba jenis inex sebanyak 15 butir. Namun Jaksa menyebut masih pikir-pikir.

Dalam dakwaan, ungkap Afifudin, oleh JPU, terdakwa Susilawadi secara sah memiliki narkoba jenis inex sebanyak 15 butir dan dikenakan pasal 112 ayat 1 dengan ancaman paling lama 12 tahun kurungan dan denda sedikitnya Rp 800 juta.

Tetapi, yang terjadi divonis ringan hanya hukuman satu tahun kurungan. Jadi, kata Afifudin, jauh dari tuntutan JPU dan menyakiti perasaan masyarakat yang menginginkan narkoba yang sudah merusak anak bangsa untuk diberantas dan dibersihkan dari Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Kepada wartawan Afifuddin mengaku akan melaporkan ketiga Hakim tersebut ke Komisi Yudisial [KY]. “Selain itu akan melakukan aksi unjukrasa ke kantor Kejaksaan dan Kantor Pengadilan Negeri Kisaran, meminta penjelasan terkait vonis ringan ini,” ujar Seketaris DPP LSM Bara Api Jumat 24 Januari 2020.

Diketahui sebelumnya, Susilawadi [46] divonis ringan oleh Hakim Ketua, U yang didampingi N dan M, menjadi pertanyaan dan menimbulkan kekecewaan masyarakat yang menyaksikan persidangan.

Melihat peristiwa yang dirasakan masyarakat merasa aneh dan janggal di pengadilan tersebut, yang memvonis ringan selama setahun terhadap bandar ekstasi itu. Dimformasikan Afifudin, DPP LSM Bara Api akan segera melaporkan ke KY dan ke Jamwas Kejagung RI.

Sementara Kasipidum Afrizal yang dikonfirmasi oleh wartawan Intipnews.com melalui seluler terkait DPP LSM Bara Api akan melaporkan ke KY, hingga berita ini di-publish belum memberikan jawaban. *Itp-06

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini