Banjir Bandang Labura, Belasan Rumah Hancur, 1 Keluarga Hilang

0
82
Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus

Satu keluarga, ayah dan ibu serta 3 anak warga Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kabupaten Labura, hilang saat banjir bandang datang…

Medan-Intipnews.com:Banjir bandang melanda Dusun Siria Ria, Desa Pematang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara [Labura], Sumatera Utara [Sumut], menyebabkan 19 rumah hancur, sebuah jembatan penghubung juga rusak diterjang banjir.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Senin 30 Desember 2019, banjir bandang melanda dua desa di Labura, menurut data BPBD Sumut, bencana ini mengakibatkan sembilan rumah hanyut, 17 rusak berat dan satu jembatan besar di jalan kabupaten hancur.

Luapan banjir dari aliran sungai ini juga mengakibatkan tanah longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter serta merusak lahan pertanian seluas 15 hektare. Selain itu, lima orang warga yang merupakan satu keluarga dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.

Dari musibah ini, satu keluarga terdiri atas ayah dan ibu serta tiga anak yang merupakan warga Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kabupaten Labura, hilang saat banjir bandang datang. Pencarian lima korban ini terus dilakukan petugas dibantu warga setempat hingga radius 2 kilometer dari lokasi rumah mereka yang hanyut terseret arus banjir bandang Minggu [29/12].

Bupati Labura Turun Langsung

Kepala Desa Pematang Pangaduan Munthe menyebut, identitas korban hilang yakni Ahmat Sipahutar dan Cahaya, serta ketiga anaknya. Mereka selama ini tinggal di perladangan yang tak jauh dari tepi sungai.

“Bencana alam banjir bandang ini memang sangat kami khawatirkan. Kami berharap semua warga bisa selamat. Namun ada masyarakat kami, satu keluarga yang hilang sebanyak lima orang,” ujar Munthe.

suasana setelah banjir bandang

Sementara data BPBD Sumut, akibat banjir bandang ini sembilan rumah hanyut, 17 rusak berat dan satu jembatan besar di jalan kabupaten hancur. Termasuk beberapa jembatan kecil yang ikut hanyut terbawa arus. Bencana ini juga mengakibatkan tanah longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter.

“Kemudian lahan pertanian rusak berat tertimbun batu besar, lumpur dan kayu-kayu besar seluas 15 hektare,” ujar Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis. Setelah banjir bandang, Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus turun langsung meninjau Dusun Siriaria. Dia memastikan penanganan cepat untuk membantu warga yang sedang tertimpa bencana alam.

Tidak Ada Satu Batang Pohon Dipotong di Labura

Bupati juga menyebutkan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan penebangan pohon. Karena pascabanjir bandang, banyak kayu gelondongan yang terbawa arus luapan air.

Bahkan tak sedikit kayu yang menutup akses jalan hingga menghantam rumah warga dan menimbulkan kerusakan. “Memang benar. Saya lihat sendiri banyak kayu gelondongan yang hanyut,” katanya kepada wartawan.

Dilanjutkannya sebagai bupati, “Walaupun tidak wewenang saya di kehutanan. Saya tidak akan membiarkan lagi ada satu batang pun [pohon] dipotong di wilayah Labura, walaupun ada izinnya. Karena ini akibatnya fatal bagi warga,” ungkap Khairuddin.

Selain itu, Pemkab Labura akan memantau semua pihak yang melakukan aktivitas penebangan pohon. Baik operasional yang berizin maupun pembalakan liar. *Itp-04

  • Bagikan Berita Ini

#intipnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini