Bu tani mengutip padi yang masih bisa dimanfaatka setelah direndam banjir. Foto Istimewa

Sidimpuan-Intipnews.com:Banjir yang merendam ratusan penduduk di Desa Goti, Desa Manunggang Jae Kecamatan Padangsidimpuan Tenggra, merusak puluhan hektare areal persawahan dan peternakan.

Nur Saini Harahap [52] warga desa Goti mengatakan, banjir kiriman Aek Kali Mati beberapa waktu lalu mengakibatkan areal persawahan miliknya seluas 1 hektare gagal panen.

“Tidak tau lagi apa mau dibilang, semua padi sawah saya hancur dan gagal panen akibat terendam banjir,” kata Nur Saini, yang mengandalkan hidup dari panen sawah, Sabtu [26/9].

Menurut Nur Saini, banjir kiriman dari hulu Aek Kali Mati, diduga juga dampak dari proyek galian C. “Di sana ada proyek galian C, dan kalau hujan deras lahan sawah kami akan tergenang mencapai 1 meter,” tuturnya.

Nasib yang sama juga dialami pengusaha peternakan ayam yang sudah 5 tahun, dirinya mengaku memang sudah sering mengalami banjir. Tetapi, katanya sejak adanya proyek galian C di hulu Aek Kali Mati membuat jalur air menghantam dek pembatas hingga meluap ke lahan peternakan.

Warga berharap agar pemerintah turun langsung meninjau lokasi penyebab banjir. Sementara Kadis Pertanian Kota Padangsidimpuan, Parhimpunan Siregar, mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan dan tengah melakukan upaya pencegahan.

“Sudah dilakukan pendataan/ inventarisasi kerusakan lahan petani yang diakibatkan banjir. Tindakan selanjutnya adalah mengevaluasi data dan perencanan upaya penanggulangan kerusakan yang ada” Kata Parhimpunan. * Itp-09

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini