Bank Sumut Bagikan Deviden Rp 308,7 M

0
17

RUPS LB Angkat Syaiful Azhar Komisaris Utama Independen Bank Sumut

MedanIntipnews.com:Di tengah tantangan pandemi Covid19, Bank Sumut mampu menjaga pertumbuhan kinerja yang positif. Menutup tahun buku 2020, aset Bank Sumut sebesar Rp 33,5 Triliun atau tumbuh 5.6 % YoY dibandingkan posisi Desember 2019 sebesar Rp 31,7 Triliun.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga [DPK] mencapai Rp 26.9 Triliun atau meningkat 7.06 % YoY dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp 25,1 Triliun. Sedangkan kredit yang disalurkan sebesar Rp 23,6 Triliun. Dari laporan kinerja keuangan tersebut tercatat Bank Sumut mampu membagikan deviden tunai Rp 308,7 miliar kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota selaku pemegang saham [foto].

Rasio Non Performing Loan [NPL] juga mampu ditekan dari 4,36 % menjadi 3,54 %. Adapun laba Bank Sumut terkontraksi 5,54% menjadi Rp 515 Miliar. Terkoreksinya laba Bank Sumut lebih dikarenakan perseroan mengantisipasi melonjaknya NPL terkait program restrukturisasi kredit sebagaimana POJK 11/2020 tentang stimulus perekonomian nasional merupakan kebijakan countercyclical dampak penyebaran Virus Covid19.

Demikian dipaparkan dalam pelaksanaan Rapat Umum pemegang saham [RUPS] tahunan dan rapat umum pemegang saham luar biasa [RUPS LB] PT Bank Sumut yang digelar di Ballroom Lt 10 Gedung Bank Sumut Jalan Imam Bonjol No 18 Medan, Maret 2021.

RUPS tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Utara selaku pemegang saham pengendali, dalam hal ini diwakili Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, serta Bupati dan Walikota pemegang saham Bank Sumut. Hadir juga jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT Bank Sumut serta Direktur Pengawasan LJK OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara Antonius Ginting

Selain mengesahkan laporan keuangan PT Bank Sumut Tahun Buku 2020, RUPS Tahunan dan Luar Biasa Bank Sumut tersebut juga mengesahkan beberapa agenda lainnya, di antaranya seluruh pemegang saham Bank Sumut sepakat menetapkan H Syaiful Azhar SE, M.A.P sebagai Komisaris Utama Independen PT Bank Sumut yang sebelumnya jabatan tersebut lowong pasca berakhirnya jabatan Rizal Fahlevi Hasibuan.