Sekper PT Bank Sumut, Syahdan Siregar [tengah batik hijau] foto bersama Ketua PWI Sumut. Ketua IWO Medan [paling kanan] dan wartawan usai memberi keterangan kepada wartawan

Tindakan tersangka MAL adalah tindakan pribadi. Bank Sumut menghormati Kejatisu sidik kasus dugaan TPPU…

Medan-Intipnews.com:Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu] menahan mantan Pimpinan Divisi Treasury PT Bank Sumut berinisial MAL di Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Senin [9/12/2019].

Penahanan tersangka MAL itu terkait dugaan tindak pidana pencucian uang [TPPU] atas pembelian Medium Term Notes [MTN] yang diterbitkan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan [SNP].

Terkait hal itu, Sekretaris Perusahaan [Sekper] PT Bank Sumut, Syahdan Siregar mengatakan, pembelian MTN dilakukan periode tahun 2017-2018. Dan pembelian MTN yang diterbitkan PT SNP oleh Bank Sumut sebesar Rp 177.000.000.000, dilakukan sesuai dengan ketentuan.

“Transaksi pembelian MTN dilakukan Divisi Treasury PT Bank Sumut. Dan Divisi Treasury memiliki kewenangan untuk hal tersebut,” jelas Syahdan Siregar kepada wartawan di Radisson Hotel Jalan H Adam Malik Medan, Rabu 11 Desember 2019.

Dikatakan Syahdan, selain itu dasar Bank Sumut melakukan pembelian MTN yang diterbitkan PT SNP, melalui perantara PT MNC Sekuiritas adalah didasarkan pada beberapa ketentuan.

“Seperti perusahaan finance yang operasionalnya diawasi Otoritas Jasa Keuangan [OJK]. Target Pembiayaan PT SNP Finance, serta track record keuangan PT SNP sebagaimana tertuang dalam proposal penawaran disampaikan PT MNC Sekuiritas dinilai baik, dan dapat dipercaya. Hal ini didukung keterangan-keterangan pihak-pihak terkait dan Lembaga Penunjang Pasar Modal,” sebutnya.

Syahdan mengungkap, selama pembelian tersebut, Bank Sumut telah menerima pembayaran kupon atau bunga sebesar Rp 2.312.450.000. Dan Bank Sumut telah melakukan penjualan kembali MTN sebesar Rp 30.000.000.000. Sehingga total investasi Bank Sumut di PT SNP tinggal sebesar Rp 147.000.000.000.

“Kasus ini bukan terjadi di tahun 2019, pembelian ini adalah risiko kredit. Terhadap MTN tersebut, Bank Sumut telah mencadangkan pada neraca di tahun 2018. Berdasarkan laporan keuangan, Bank Sumut  masih memperoleh laba sebesar Rp 502 miliar per Desember 2018, sehingga tidak akan mempengaruhi kondisi keuangan Bank Sumut di tahun 2019,” tukas Syahdan.

Kuasa hukum Bank Sumut, Julisman Adnan dari Kantor Hukum Benny Hasrul Harahap & Rekan menjelaskan, tidak kembalinya dana investasi yang dilakukan Bank Sumut tersebut, adalah dikarenakan adanya proses pailit terhadap PT SNP. Akan tetapi hal tersebut tidaklah secara otomatis dapat dikatakan sebagai suatu kerugian keuangan negara.

“Karena pada saat sekarang ini proses kepailitan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sedang berlangsung. Dan kurator yang ditunjuk menyelesaikan proses kepailitan PT SNP sedang melakukan tindakan pemberesan terhadap proses pailit,” ungkapnya.

Tindakan Tersangka MAL Pribadi

Julisman menyebut, apabila nantinya aset-aset PT SNP yang dijadikan boedel pailit oleh kurator akan dilelang, dan selanjutnya akan dibagi-bagikan kepada para kreditur sesuai dengan kedudukan dan jumlah utangnya masing-masing. Termasuk nantinya kepada Bank Sumut selaku Kreditur dari PT Sunprima Nusantara Pembiayaan.

“Peristiwa semacam ini di dalam prinsip perbankan dapat dikategorikan sebagai risiko pasar perbankan,” ujarnya. Diterangkan Julisman, apabila di dalam proses penyidikan yang dilakukan penyidik Kejati Sumut, diduga ada aliran dana sebagai transaksi yang mencurigakan, yang diterima oleh oknum karyawan Bank Sumut [tersangka MAL], hal tersebut di luar pengetahuan dari PT Bank Sumut.

“Tindakan tersebut [tersangka MAL] adalah tindakan pribadi, dan kami menghormati proses hukum yang dilakukan penyidik Kejati Sumut tersebut,” tuturnya. * Itp-03

  • Bagikan berita ini

 

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini