Bayar Nontunai Pakai Qris, Ini Untungnya

0
172
Ilustrasi. QR Code Indonesia Standard [QRIS]. Foto Istimewa

OLEH RONI NELIATI

Intipnews.com:BANK Indonesia atau BI  mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran non-tunai menggunakan sistem QRIS [Quick Response [QR] Code Indonesian Standard] pada 1 Januari 2020.

Sebab QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang suda terjamin. QRIS sudanh tidak asing, sejak diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun [HUT] ke-74 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 di Jakarta.

Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi visi Sistem Pembayaran Indonesia [SPI] 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu. Saat  peluncuran tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan QRIS yang mengusung tema semangat UNGGUL, yaitu (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung).

Dengan adanya QRIS, transaksi pembayaran yang dilakukan masyarakat bisa lebih efisien atau murah. Menguntungkan untuk UMKM [Usaha Mikro, Kecil, Menengah] dan lebih maju, mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum.

Mengenal QRIS harus lebih dulu paham tentang QR code, merupakan bentuk evolusi dari kode batang, yaitu dari satu dimensi menjadi dua dimensi. QR code ini menyerupai kode matriks yang dikembangkan oleh Denso Wave, dari divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dipublikasikan tahun 1994.

Keunggulan QR code dibandingkan dengan kode batang adalah fungsinya yang lebih mudah dibaca oleh pemindai QR, seperti singkatannya yang berasal dari Frasa Quick Response. Jika kode batang hanya menyimpan data secara horizontal, maka QR code mampu menyimpan data baik secara horizontal maupun vertikal.

Setelah kita mengetahui QR code, kita juga dapat mengetahui hubungan QRIS dengan QR code ini. QRIS sendiri disusun oleh BI dan ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia), yang menggunakan standar internasional EMV Co, yakni lembaga yang menyusun standar internasional QR Code untuk sistem pembayaran.

QRIS dijadikan sebagai ‘satu sistem untuk semua model pembayaran’. Maka, QRIS bisa digunakan di semua merchant yang bekerja sama dengan PJSP seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak, dan lainnya.

Setiap sistem pembayaran tersebut memiliki QR Code yang berbeda-beda. Apabila sebuah merchant menerima 4 sistem pembayaran, maka akan ada 4 buah QR Code yang berbeda. Nah, untuk menyederhanakan QR Code tersebut, maka dibuatlah QRIS.

Metode QRIS ini terdiri dari 2 media tampilan (display) yang ada di merchant yang menampilkan kode QR yang kemudian di-scan menggunakan ponsel konsumen, yaitu:

  1. Statis
  • QR Code ditampilkan melalui stiker atau hasil cetak lain
  • QR Code yang sama digunakan untuk setiap transaksi pembayaran
  • QR Codebelum mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar, sehingga memerlukan input jumlah nominal
  1. Dinamis
  • QR Code ditampilkan melalui struk yang dicetak mesin EDC/ditampilkan pada monitor
  • QR Code yang berbeda dicetak untuk setiap transaksi pembayaran
  • QR Codetelah mengandung nominal pembayaran yang akan dibayar

Sistem kerja QRIS ini kurang lebih sama dengan ATM Bersama. Semua kartu ATM dari berbagai bank penerbit kartu bisa digunakan di ATM Bersama ini. Itulah gambaran dari cara kerja QRIS. Jadi, dengan sistem QRIS ini, bayar non-tunai pakai aplikasi apa saja bisa. Cukup scan di satu QR Code, yakni QRIS.

Ilustrasi. Istimewa

Ada empat aspek yang diatur dalam standarisasi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia adalah: Interoperabilitas, Interkonektivitas, Security dan Inklusi Dengan adanya interoperabilitas dan interkonektivitas, nantinya sistem pembayaran melalui QR code akan lebih efisien.

Ketika muncul pertanyaan apa keuntungan yang kita dapat oleh konsumen ketika menggunakan QRIS sebagai dompet digitalnya? Sebagai konsumen bisa menjadi lebih fleksibel dalam memilih aplikasi pembayaran dengan QR code ketika melakukan transaksi.

Konsumen yang tadinya dihadapkan dengan QR code dari berbagai penyedia aplikasi sebelum melakukan transaksi pembayaran, sekarang hanya dihadapkan dengan satu QR code yaitu QRIS, tentunya jauh lebih fleksibel.

Apakah ada batasan nominal menggunakan QRIS? Tentu saja nominal transaksi QRIS dibatasi paling banyak sebesar Rp 2.000.000,00 per transaksi. Penyedia aplikasi pembayaran dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap pengguna QRIS, ditetapkan berdasarkan manajemen risiko mereka pribadi.

Turis mancanegara dapat menggunakan QRIS. Pengguna aplikasi QR Code yang menggunakan standar EMV Co untuk bertransaksi di Indonesia. Standar ini diadopsi untuk mendukung interkoneksi lebih baik dan bersifat open source serta mengakomodasi kebutuhan spesifik negara.

Jadi, turis asing yang sedang berlibur ke Indonesia bisa dengan mudah bertransaksi di sini karena QRIS disusun dengan standar internasional. Sehingga diharapkan, QRIS ini juga bisa mendukung sektor pariwisata di Tanah Air. Untuk diketahui, saat ini pasar bisnis QR code telah dikuasai oleh penyelenggara-penyelenggara besar.

Selanjutnya, melalui QRIS akan terbuka ruang sebesar-besarnya untuk berkompetisi. Baik itu untuk penyelenggara besar maupun kecil. Diharapkan, adanya standarisasi QR code ini akan memacu jumlah transaksi dengan instrument QR code secara siknifikan.

Ke depannya, pembayaran non-tunai tidak hanya bisa dinikmati oleh penduduk kota-kota besar, namun juga masyarakat di pelosok desa. Era ekonomi digital telah dimulai, apa lagi mengingat bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi.

Tantangan ke depan akan semakin besar. Maka langkah Bank Indonesia dalam melakukan standarisasi QR code ini layak diapresiasi, karena jelas konsumen akan lebih terlindungi, transaksi keuangan digital yang lebih amanpun bisa tercapai, serta terciptanya persaingan antar merchant yang lebih kompetitif dan penuh inovasi semakin kian terbuka.

Jadi, tujuan adanya QRIS ini tak lain agar pembayaran digital jadi lebih mudah bagi masyarakat dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu. Dan guna mengembangkan IPTEK di bidang perekonomian.

Juga berguna untuk mengantisipasi atau pun mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi beberapa faktor kemajuan dunia seperti 4.0 dan juga pada tahun 2030 Indonesia di prediksi akan mengalami bonus demografi.

Hal ini dapat menjadi langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan perekonomian yang berkembang mengikuti zaman di era globalisasi. QRIS UNGGUL mengandung makna pertama, UNiversal. Penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.

Kedua, masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Ketiga, transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Keempat, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran. Tak lagi diragukan, karena sebelum peluncuran, spesifikasi teknis standar kode QR dan interkoneksinya telah melewati dua tahap uji coba [piloting]. Pertama pada September hingga November 2018 dan tahap kedua selama April hingga Mei 2019. Ayo.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini