Bayi Umur 10 Hari Sekarat, Terpaksa Dibawa Pulang dari Rumahsakit Karena Tak Punya Uang

0
50
Di Rumahsakit Bhayangkara, Kapolda Sumatera Utara Agus Adrianto menjenguk bayi malang yang sudah mulai tenang

Medan-Intipnews.com:Seorang bayi berumur 10 hari sekarat dan mengalami kejang-kejang. Bayi tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit [RS] kota Medan, namun orang tua terpaksa membopong pulang sang buah hati karena tidak memiliki uang untuk perawatan.

Bayi malang itu anak dari pasangan Andika Sirait dan Purnamasari Sihite. Mereka adalah warga Jalan Ileng komplek Taman Grand Permata Hijau Blok C No 22, Kelurahan Rengas Pulau, Kota Medan.

Setelah lahir, kondisi bayi tersebut memburuk. Dia mengalami kejang-kejang dan sesak napas. Hal itu membuat sang bayi harus dirawat di ruangan ICU. Namun, kedua orang tua bayi merupakan keluarga prasejahtera tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Mereka sudah pontang-panting mencari pinjaman namun tidak membuahkan hasil. Sedangkan mereka bukan merupakan peserta BPJS. Sedangkan rumah sakit tersebut mengharuskan untuk membayar biaya perawatan medis.

Terpaksa sang ayah membopong pulang buah hatinya ke rumah mereka. Di sana, kedua orang tua bayi hanya bisa pasrah melihat anaknya kejang-kejang dan sesak napas pada Minggu 17 November 2019.

Semua Biaya Ditanggung

Kisah memperihatinkan keluarga tersebut sempat didokumentasikan di  media sosial facebook. Banyak netizen yang sudah menyebarkan kisah sedih itu. Beruntung, kisah itu akhirnya menarik beberapa orang dermawan, salah satunya adalah kepala rumah sakit Bhayangkara Medan.

Tim medis dari rumah sakit Bhayangkara Medan langsung turun ke rumah Andika dan Purnamasari. Sang bayi pun langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk segera mendapat perawatan medis.

“Bayi didiagnosis neonatal seizure. Barusan kita pasang ventilator. Saat ini masih kritis dan kejang berulang,” terang Kasubbid Yanmed Dokpol, RS Bhayangkara Polda Sumut, dr Evi. Dia menerangkan RS Bhayangkara Medan menaggulangi biaya perawatan medis sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Semua biaya ditanggulangi di rumah sakit Bhayangkara Medan. Untuk tindakan medis, sementara kami jaga dulu pernafasannya agar bisa stabil. Obat anti kejangnya sudah kami berikan dan terapi lainnya,” jelas dr Evi.

  • Laporan IWO Medan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini