Beli Lahan Diduga Korup, Kejatisu Periksa Lagi Kadis Perkim Paluta

127
Foto Istimewa

“Terimakasih kepada bapak Kajatisu Amir Yanto yang merespon pengaduan GPM Sumut terkait dugaan korupsi di Dinas Perkim Paluta,…”

Medan-Intipnews.com:Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat 6 Maret 2020, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman [Kadis Perkim] Kabupaten Padang Lawas Utara [Paluta], MH kembali diperiksa tim jaksa intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu].

Untuk yang ketiga kalinya Kadis Perkim Paluta, MH diperiksa terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pembelian lahan Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Paluta Sumatera Utara, seluas 4 hektar berlokasi di Batang Baruar Jae, Kecamatan Padangbolak, Paluta senilai Rp3,1 miliar.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Kadis Perkim Paluta, MH tiba di kantor Kejatisu Jalan Jenderal AH Nasution sekira pukul 09.00 WIB. MH tiba di kantor Adhyaksa itu, terindikasi mengendarai mobil Toyota warna hitam yang terparkir di halaman Kantor Kejatisu.

Selain Kadis Perkim Paluta, tim jaksa intel juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap penjual lahan/tanah berinisial Yus dan tim appraisal. Informasinya, penjual tanah/lahan memenuhi panggilan pemeriksaan tim intel kejatisu. Sedangkan tim appraisal [penilaian] tidak memenuhi panggilan.

“Penanganan dan penyelidikan kasus dugaan korupsi ini adalah atensi dan perintah dari Kepala Kejatisu. Termasuk pemanggilan Kadis Perkim Paluta, penjual lahan, tim appraisal, pemilik lahan dan Kabid di Perkim Paluta,” sebut sumber di Kejatisu.

Sebelumnya, pemeriksaan Kadis Perkim Paluta, penjual lahan pada Jumat [6/3/2020], disampaikan Kasi Intelijen Kejatisu, Rismaidi di hadapan Asintel Kejatisu Andi Murni Machfud kepada massa GPM Sumut selaku pelapor kasus ini, saat berunjukrasa pada Rabu [4/3/2020].

Sementara itu, kordinator aksi GPM Sumut, Siddik Siregar dan Ali Muksin Hasibuan mengapresiasi Kajatisu. “Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Kepala Kejatisu Amir Yanto yang merespon laporan pengaduan GPM Sumut terkait dugaan korupsi di Dinas Perkim Paluta,” ungkap Siddik.

Pihaknya juga berharap, Kepala Kejatisu terus mengawasi kinerja tim jaksa yang menangani proses dugaan korupsi ini. Dan segera menetapkan tersangkanya.

Diketahui, dalam penanganan kasus dugaan korupsi Dinas Perkim Paluta, tim jaksa intel 4 orang sudah turun ke lokasi lahan pekan lalu atas perintah Kepala Kejatisu Amir Yanto SH.

Diketahui sebelumnya, penyelidikan ini atas laporan pengaduan GPM Sumut dengan nomor 074/B5/LDK/GPM-SU/XI/2019 tanggal 27 November 2019 ke Kejatisu, terkait dugaan korupsi Kadis Perkim Paluta, MH.

Disebutkan, pembelian lahan seluas 4 hektar oleh Pemkab Paluta melalui Dinas Perkim Paluta, diduga tidak sesuai dengan NJOP, dan terindikasi telah terjadi Kompromi ilegal antara Kadis Perkim Paluta, Tim Appraisal, penjual tanah untuk kepentingan kantong pribadi.

Dalam laporannya mahasiswa menginformasikan dugaan sarat korupsi. Sebab belakangan diketahui lahan yang dibeli itu, tidak dalam kondisi steril alias status kepemilikan masih dalam konflik. Namun  pembelian tetap dilakukan oleh Dinas Perkim.

Dan diduga tanah seluas 4 hektar yang berlokasi di Batang Baruar Jae, Kecamatan Padangbolak tersebut telah ada kesepakatan dinas, dengan penjual terkait keuntungan yang akan ditarik kembali untuk kepentingan personal yang berpotensi merugikan negara.

* Laporan Sofar Panjaitan