Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari mengenakan rompi jingga, terdakwa kasus suap terkait proyek dan jabatan di Medan 2019. Foto Istimewa

Isa Ansyari diduga memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi Eldin

Medan-Intipnews.com:Berkas dinyatakan lengkap, Kadis PUPR Kota Medan Isa Ansyari segera disidang. Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] pun melimpahkan berkas, barang bukti, dan tersangka Isa Ansyari [IAN] untuk segera disidangkan di Medan [di sini].

Informasi dihimpun Intipnews.com, Kamis 12 Desember 2019, sidang atas nama dirinya terkait kasus suap proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

“Hari ini, dilakukan penyerahan berkas, barang bukti, dan tersangka IAN dalam kasus suap tindak pidana korupsi suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019 ke penuntutan atau tahap 2,” tukas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Rencana sidang terhadap Isa akan dilakukan di Pengadilan Negeri Medan. “Yang bersangkutan akan dibawa ke Medan dan dititipkan di Rutan Tanjung Gusta,” kata Febri. Dalam proses penyidikan untuk tersangka Isa, KPK telah memeriksa 92 saksi dari berbagai unsur.

Antara lain Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Medan, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Medan, Kadis Pariwisata Kota Medan, Kadis Kesehatan Kota Medan.

Selanjutnya, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, Kadis Pendidikan Kota Medan, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan.

Juga Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Kadis Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan, Kadis Perhubungan Kota Medan, PNS, wiraswasta, swasta, dan ajudan Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin.

Sebelumnya KPK Rabu [16/10/201] telah menetapkan Isa bersama Walikota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin [TDE] dan Kepala Bagian Protokoler kota Medan Syamsul Fitri Siregar [SFI] sebagai tersangka.

Dzulmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan [OTT] di Medan bersama dengan Syamsul Fitri Siregar, Isa Ansyari, ajudan Wali Kota Medan Aidiel Putra Pratama, dan Sultan Sholahuddin pada Selasa [15/10/2019].

Dalam perkara ini, Dzulmi diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Pertama, Isa diduga memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi Eldin

Pemberian kedua terkait dengan perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang yang juga membawa keluarganya dan beberapa anggota DPRD Medan. * Itp-02

  • Bagikan berita ini 

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini