Beternak Kaki 4 di Medan, DPRD: Pemko Harus Edukasi…

0
38
Ketua DPRD Medan, Hasyim

Medan-Intipnews.com:Terkat warga beternak hewan berkaki 4, padahal sudah ada Perwal, Ketua PR Medan Hasyim mengatakan warga yang beternak tersebut harus diberi ja­lan keluar. Jangan asal ditertib­kan. War­ga perlu diedukasi, sosialisasi dan diberi penger­tian.

De­ngan catatan, ujar Hasyim warga harus diberi kompen­sasi dan ditunjuk kira-kira di mana lokasi yang layak untuk menjalankan usaha ternak tersebut, sesuai dengan Peraturan Walikota [Perwal] No. 26 tahun 2013 tentang Larangan Beternak Hewan Berkaki Empat bagi warga di wilayah Kota Medan.

Faktanya Perwal itu disinyalir tidak jalan. Terbukti banyaknya warga yang mem­buang bangkai babi terinfeksi hog cholera ke sungai bahkan ke pinggir jalan. Di be­be­rapa wilayah tertentu di Kota Medan, ma­sih banyak warga beternak babi di ka­wasan padat penduduk.

Ketua DPRD Medan Hasyim meng­ungkapkan, hal ini menjadi tu­gas Pemko Me­dan untuk melakukan pen­dataan di la­pangan. “Kalau memang dite­mu­kan melanggar ketentuan, silakan di­edukasi, sosialisasi ke masyarakat agar mereka me­­­­mahami ada Perwal melarang beternak kaki em­pat di pa­dat pemuki­man,” ujar Hasyim

Menurut Hasyim kepada wartawan DPRD Medan, Senin 18 November 2019, yang dimaksud kaki empat dalam Perwal, kam­­­bing, lembu maupun babi. Namun kita lihat, mereka beternak ini juga bagian dari mata pencarian warga. Jadi pem­ko tidak bisa juga serta-merta me­ner­­tib­kan.

“Harus dicari jalan keluarnya dan diberi tempat yang sesuai agar mereka bisa melanjutkan usahanya. Jika Pemko melakukan serta merta pe­­­nertiban kepada peternak, sam­bung­nya, dikhawatirkan malah bakal me­mun­culkan persoalan baru,” tutur Ketua DPRD Medan ini.

Se­mentara Ketua Fraksi Partai Keadi­lan Sejahtera [FPKS) DPRD Medan Rudi­yan­to terkait pem­buangan bangkai babi tidak hanya ke sungai, bahkan be­lakangan dibuang ke pinggir Jalan Ge­dung Arca, meminta Peme­rin­tah Kota Me­dan agar hadir di tengah-te­ngah masya­ra­kat.

Ke depan Perwal Bisa Dilaksanakan

“Kami mengharap Pemko Me­dan benar-benar bisa hadir ke te­ngah-tengah masyarakat. Sebab, perma­sa­lahan bangkai babi ini sudah berdampak luas di ma­syarakat,” jelasnya.

Senada dengan Hasyim, meski Pemko Medan me­miliki Perwal pengaturan ternak kaki em­­pat, lanjutnya, Pemko Medan diha­rap­kan bisa menciptakan solusi dari per­masalahan yang tengah meresahkan masyarakat kota ini.

“Banyaknya bangkai babi yang dibu­ang sembarangan, Pemko Medan disa­rankan membangun komunikasi lebih dekat dengan warga peternak. Saya ya­kin warga yang ternaknya mati dan tidak memiliki lahan terpaksa harus mem­buang semba­ra­ngan,” jelasnya.

Rudiyanto berharap, persoalan ini bisa segera dituntaskan. Ke depan Pem­ko Medan bisa benar-benar mene­rap­kan Perwal larangan ternak kaki empat bisa dilaksanakan.

  • Laporan Roni Neliati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini