BI Sumut Sosialisasi QRIS ke Pengelola SPBU

69
KPw Bank Indonesia [BI] Provinsi Sumatera Utara sosialisasi penggunaan QRIS untuk pengelola SPBU

Medan-Intipnews.com:Kantor Perwakilan [KPw] Bank Indonesia [BI] Provinsi Sumatera Utara [Sumut] terus gencar menyosialisasikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard [QRIS] kepada para pelaku usaha di Kota Medan.

Tujuan penggunaan QRIS untuk mempermudah dan menstandarisasi transaksi non-tunai yang menggunakan aplikasi. “Kami melihat kini banyak aplikasi produk digital digunakan masyarakat. Nantinya itu akan kita jadikan satu,” kata Kepala KPw BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.

Ke depannya, lanjutnya, merchant maupun konsumen hanya butuh satu QR code untuk melakukan transaksi, tidak perlu banyak aplikasi pembayaran. QR code ini satu untuk semua. Demikian dijelaskan Wiwiek Sisto di acara sosialisai QRIS kepada para  pengelola SPBU di Lantai 3, Gedung KPw BI Sumut, Jalan Balai Kota Medan, Rabu 11 Maret 2020.

Saat itu Wiwiek didampingi Kepala Grup Sistem Pembayaran KPw BI Sumut Andi Wiyana S, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelola Uang Rupiah BI KPw Sumut, Budi Raharjo.Selain itu tampak hadir Wakil Ketua DPC Hiswana Migas Sumut, Indah Sari Karo-karo dan tamu undangan lainnya.

Wiwiek mengungkapkan, dalam menggunakan QRIS, BI memiliki slogan Unggul  [Universal, Gampang, Untung dan Langsung]. Artinya semua bisa digunakan secara universal sekaligus memberi dampak literasi bagi masyarakat pengguna sistem keuangan.

“Penggunaan QRIS juga sangat mudah, tinggal scan, difoto dan masukan nominalnya, maka transaksi sudah selesai. Semuanya akan memiliki keuntungan, baik itu merchant maupun konsumen,” papar Wiwiek.

Bagi pemilik merchant, tentunya memiliki keuntungan dalam peningkatan penjualan dan tak bisa menolak lagi QR-QR code yang digunakan. Begitu juga dengan konsumen tak perlu lagi mencari-cari aplikasi dompet digital yang cocok untuk melakukan transaksi pembayaran.

“Jadi penggunaan QRIS akan memberi dampak [impact] secara langsung kepada rekening merchant dan konsumen. Saat transaksi rekening merchant langsung bertambah dan rekening konsumen berkurang,” papar Wiwiek.

Pasca pelaksanaan sosialisasi penggunaan QRIS, Wiwiek memperkirakan, akan ada peningkatan pengguna QRIS sebesar 200 persen atau naik dua kali lipat dari 108 ribu pengguna QRIS di Sumut saat ini.

“Itu target jangka pendek kita pasca sosialisasi. Jika semuanya berjalan baik, sampai akhir tahun saya perkirakan jumlah merchant pengguna QRIS akan mencapai 1 juta,” ungkap Wiwiek.

Untuk mencapai target itu, Wiwiek mengungkapkan, sosialisasi penggunaan QRIS akan dilanjutkan kepada para OPD atau SKPD Pemerintah Provinsi Sumut hingga para pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Sementara Indah Sari Karokaro menyampaikan, jumlah SPBU di Sumut yang   tergabung dalam Hiswana Migas diperkirakan mencapai 400 SPBU, 250 Agen Gas dan agen pangkalan yang membutuhkan sosialisasi penggunaan QRIS.

“Pastinya akan banyak pertanyaan dari seluruh pengurus SPBU dan agen gas terkait penggunaan QRIS dalam melakukan transaksi pembayaran,”sebut Indah.

  • Laporan Roni Neliati