Bincang SMSI dan Palestina: Kami Butuh Kemerdekaan Permanen

0
9
Bincang SMSI dan Palestina: Kami butuh kemerdekaan permanen. Dubes Palestina untuk Indonesia DR Zuhair Al-Shun [kiri atas], dan Retno Intani saat berbincang dengan para pengusaha pers siber yang tergabung di SMSI,

JakartaIntipnews.com: “Yang kami butuhkan bukan gencatan senjata, tetapi kemerdekaan yang permanen untuk Palestina,” kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun saat berbincang-bincang dengan para pengusaha pers siber yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia [SMSI], baru-baru ini.

“Sekarang ini suka-suka tentara Israel mau buat apa. Setelah gencatan senjata, mereka mau melakukan serangan lagi ke Palestina. Kami menginginkan Palestina merdeka,” tutur Zuhair, dalam webinar yang diplot SMSI.

Dalam perbincangan dua jam lebih via online dari kantor pusat SMSI, Jalan Veteran 2, Jakarta Pusat, membahas perkembangan terakhir berbagai hal yang terjadi di Palestina setelah serangan bom tentara Israel 14 dan 15 Mei 2021.

Menurut Zuhair Al-Shun, setelah serangan bom Israel meruntuhkan bangunan-bangunan, termasuk di dalamnya Kantor Redaksi Al Jazeera dan Associated Press [AP], sekarang terjadi gencatan senjata.

“Kami setiap hari membaca berita-berita media di Indonesia mengenai Palestina, dan semua menunjukkan dukungan pada Palestina. Terima kasih,” kata Zuhair, Selasa [1/6/21] pada perbincangan dipandu Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan SMSI Retno Intani.

Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir yang memberi pengantar dalam perbincangan webinar tersebut menyebutkan, SMSI sengaja mengundang Zubair Al-Shun dalam diskusi berkala Lingkar Merdeka SMSI.

“Sebagai orang media harus tahu dan selalu update tentang semua peristiwa,” tutur Nasir. Di era digital sekarang ini peristiwa yang terjadi di tempat jauh serasa di depan mata, seakan-akan terjadi di samping rumah kita.

“Kita tidak bisa tutup mata. Ketika terjadi serangan bom yang membabibuta ke tanah Palestina, kami menyaksikan melalui media berbagai platform. SMSI pun bersikap mengecam serangan tentara Israel itu,” tukas Nasir.

Pers yang sehari-hari menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, ungkap Nasir, sudah semestinya mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka dari pendudukan Israel.

“Israel setelah berakhirnya perang 6 hari 1967, sudah merebut dan menduduki wilayah Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur dan Jalur Gaza. Israel kemudian terus memperluas wilayah pendudukannya. Bahkan mereka membangun permukiman baru,” jelas Nasir.

  • Itp-17