Bobby Nasution Minta Pelaku Narkotika Dihukum Berat

5
Bobby Nasution Minta Pelaku Narkotika Dihukum Berat
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Walikota Medan Bobby Nasution minta pelaku tindak pidana narkotika dihukum berat. Sebab, perbuatan dalam kategori kejahatan luar biasa tersebut, menjadi penyebab rusaknya masa depan generasi penerus bangsa dan memberikan dampak buruk bagi masyarakat, termasuk di Kota Medan. Oleh karenanya, pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal sesuai perbuatannya.

Demikian disampaikan Bobby Nasution dalam Konferensi Pers Tindak Pidana Narkotika dan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Yamin Medan, Selasa (14/9). 

Selain Bobby, tampak hadir Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Wakil Walikota H Aulia Rachman, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan serta perwakilan dari Kodim 0201/Medan dan Kejari Medan.   

“Para pengedar inilah yang merusak para generasi bangsa, merusak masyarakat, termasuk di Kota Medan. Oleh karenanya, atas perbuatan yang dilakukan, kami harap mereka dapat diberikan hukuman setimpal dan seberat-beratnya,” kata Bobby Nasution dihadapan para tersangka kasus narkotika yang turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut.

Atas nama Pemko Medan, Bobby Nasution pun menyampaikan terima kasih kepada Polrestabes Medan yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu, heroin, ekstasi, ganja dan psikotropika jenis happy five tersebut.

“Dengan demikian, artinya ada banyak jiwa yang terselamatkan dengan menggagalkan peredaran narkotika yang dilakukan. Karena, masyarakat sudah seharusnya dapat hidup sehat dan berprestasi tanpa narkoba,” ungkapnya.

Bobby Nasution juga menyampaikan harapannya agar BNN Kota Medan dapat segera dibentuk. Untuk itu, ke depan, lanjut Bobby, Pemko Medan akan berkomunikasi dan berkolaborasi agar hal tersebut dapat diwujudkan.

“Kita juga akan terus berupaya agar sarana dan tempat rehabilitasi gratis bagi masyarakat tersedia di Kota Medan, sebagai upaya penyembuhan,” harapnya. 

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko secara singkat menyampaikan kronologi kasus narkotika yang berhasil diungkap tersebut. Diungkapkan Riko, tanggal 28 Juli 2021 di Perumahan Taman Setia Budi Indah 2, sekitar pukul 17:00 WIB, Polrestabes Medan berhasil mengungkap dan mengamankan satu orang laki-laki umur 52 tahun di rumahnya. 

Setelah dilakukan pengeledahan, didapati narkotika jenis sabu seberat 800 gram dan 35 papan pil Happy five serta uang hasil penjualan sebesar Rp5 juta. “Yang bersangkutan akan dikenakan Pasal 114 dan 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 6 tahun,” kata Kapolrestabes.

Selanjutnya, sambung Riko, 1 September Polrestabes Medan juga berhasil menindak dan mengamankan 2 tersangka di SPBU di kawasan Cemara dengan barang bukti 5 kotak heroin.

Dari hasil pengembangan ditemukan 3 kotak heroin sehingga jumlah total 8 kotak dengan keseluruhan beratnya 3.1 kg. Barang tersebut didapatkan para tersangka dari Malaysia melalui Provinsi Aceh, dan pasar peredaran para tersangka adalah Kota Medan.

Kemudian Kapolrestabes menjelaskan, kasus narkotika yang berhasil diungkap adalah kasus yang melibatkan pasangan suami istri. Keduanya memproduksi narkotika dan psikotropika. Berdasarkan keterangan kedua tersangka, barang haram ekstasi yang tidak laku mereka beli, kemudian diproduksi kembali dengan campuran kopi kemasan sachet dan dijual di kafe atau tempat hiburan. 

“Tersangka perempuan selain membantu mengepak hasil produksi ekstasi, juga mengantarkan barang haram tersebut. Sedangkan tersangka laki-laki mengantarkan hasil produksi ekstasi tersebut ke rumah pelanggan.

Kedua tersangka juga membuat paket linting ganja. Selain itu mereka juga memanfaatkan aplikasi jual beli online. Mereka juga akan dikenakan pasal sama seperti tersangka narkotika yang lain,” paparnya. **