Budaya Gotong Royong Memudar, Bupati Tapsel: Galakkan…

0
67
Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu memukul gong menandai berakhirnya bulan bhakti gotong royong

Tapsel-Intipnews.com:Gotong-royong merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia. Seiring derasnya pengaruh budaya luar ciri khas itu gotong royong perlahan memudar dari tatanan kehidupan masyarakat.

“Mari galakkan kembali budaya gotong-royong,” ujar Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, saat membuka pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat [BBGRM] ke-26 dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga [HKG PKK] ke-47, di Desa Pargarutan Tonga, Angkola Timur, Selasa 10 Desember 2019.

Melalui kegiatan ini, bupati pun mengharapkan semua pihak supaya menumbuhkembangkan kembali semangat bergotong-royong dengan menjadikannya sebagai budaya sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga.

“Untuk kesinambungan pelaksanaan di setiap desa, telah dibentuk lembaga gotong-royong berkoordinasi dengan LPMD, PKK dan Karang Taruna,” sebut Yusuf. Juga mengusulkan pada bupati agar menerbitkan surat keputusan soal pelaksanaan safari gotong-royong, sekaligus

Camat Angkola Timur Farwis Rizky menyampaikan melalui kegiatan BBGRM ke-26 dan HKG PKK ke-47, menjadikan nilai dan dampak positif bagi masyarakat. Selanjutnya dilakukan pemukulan gong oleh bupati menandai berakhirnya pelaksanaan bulan bhakti gotong royong di Tapsel.

Kegiatan dirangkai dengan penyerahan hadiah lomba dan pemberian peralatan gotong-royong kepada kelompok gotong-royong berupa mesin rumput, kereta sorong, pelengki, cangkul, sapu lidi, mikser, dan panci.

  • Laporan Tantawi Panggabean
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini