Batubara-Intipnews.com:Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Batubara apresiasi Bank Indonesia [BI] Provinsi Sumatera Utara [Provsu] yang telah mencanangkan pilot projek digital farming komoditi cabai Gabungan Kelompok Tani [Gapoktan] Suka Karya Tani Melalui Program Sosial Bank Indonesia [PSBI] Tahun 2020.

Demikian dikatakan Bupati Batubara diwakili Setdakab Alam Sakti Siregar SH pada acara Kick Off Pilot Project Digital Farming, berupa alat sensor tanah dan cuaca di Gapoktan Suka Karya Tani, [foto] Desa Lubuk Cuik Kecamatan Limapuluh Pesisir Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Sabtu 3 September 2020.

Lanjutnya, Batubara merupakan Kabupaten sentral cabai merah di Provinsi Sumut, menurut data Badan Pusat Statistik [BPS] tahun 2019 luas area tanaman cabai dalam satu tahun mencapai 1092 ha dengan hasil panen pertahun mencapai 11.150 ton.

Pada kesempatan itu, Kepala Bank Indonesia Provsu mengatakan, Bank Indonesia memberikan bantuan alat digital farming ini salah satu konstribusi kepada masyarakat khususnya para petani. “Alat ini merupakan salah satu inovasi teknologi untuk menjawab permasalahan dibidang pertanian” kata nya.

Digital Farming merupakan konsep pertanian modern, sehingga hasil akan lebik optimal. ” Kelebihan alat digital Farming, dapat membantu meramal cuaca, menetapkan waktu dan volume yang tepat dalam mengaplikasikan produk tanaman, pemupukan, pembasmi hama dan pengolahan tanah,” ujarnya.

“Desa Lubuk Cuik ini terdapat 6 kelompok tani di bawah naungan Gapoktan dengan total anggota 414 petani, terdir dari luas padi sawah 101 ha dan lahan cabai 85 ha. Pemkab Batubara berusaha akan menurunkan secepatnya alat traktor penggulud tanah yang dibutuhkan petani, ungkap Sakti.

Ketua kelompok tani, Kamsir banyak terima kasih kepada BI yang sudah banyak berperan penting kepada petani, khususnya petani di desa Lubuk Cuik. Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BI Provsu, Wiwiek Sisto Hidayat, Kepala Perwakilan BI Pematang Siantar, Edhi Rahmanto Hidayat, Kadis Pertanian M Ridwan, dan pejabat lainnya.

  • Laporan Joni Iskandar

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini