Cemburu Buta, Pacar Tikam Janda Muda di Medan

0
87

Sam merasa cintanya selama ini dikhianati Rubiah walau di rumah sudah punya istri dan anak. Manginjak dan menikam leher kekasihnya…

Medan-Intipnews.com:Tak disangka kegembiraan begitu cepat berubah menjadi petaka. Ketika Musik elektronik menggema di lantai 2 kamar indekos Alung Harahap alias Rubiah. Volume suara cukup keras.

Irama musik itu membuat badan dan pinggulnya bergoyang di pagi yang senggang, Sekira pukul 07 pagi. Tiba-tiba sang pacar [kekasih] bernama Sam datang. Memasang gaya dan tampang garang. Pria berusia 30 tahun yang menyimpan amarah itu bergegas menuju lantai atas, di mana Rubiah sedang berjoget.

Informasi dihimpun Intipnews.com Rabu 18 Desember 2019, amarah semakin memuncak ketika melihat wajah Rubiah. Sam ternyata sedang dibalut cemburu buta di pagi nan cerah itu. Kemarahan itu sampai menutupi mata hatinya. Sam menuduh perempuan berumur 17 tahun itu selingkuh [Ilustrasi-Istimewa].

Padahal Sam selama menjalin cinta dengan Rubiah, dia berstatus sudah beristri dan memiliki dua anak. Status Rubiah juga sudah janda anak satu. Ketika itu dia menikah di usia sangat muda, 15 tahun.

Memasuki usia setahun pernikahan, Rubiah cerai dengan suaminya. Dipicu faktor ekonomi membuat rumahtangganya pecah. Selama ini anak Rubiah dititipkan kepada ibunya di kampung. Keluarganya hanya mengetahui selama ini perempuan muda itu bekerja di toko boneka.

Keributan di Indekos Jalan Punak, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan tak terelakkan dibakar cemburu. Sam ketika itu mengambil ponsel milik Rubiah. Wanita itu meminta ponselnya dikembalikan, namun Sam tetap tidak mau memberikan.

Perempuan tersebut kemudian ikut naik pitam. Dia mengambil pisau cutter lalu mengancam kekasihnya itu. Merasa ditantang, Sam melawan balik. Pisau cutter itu ditangkap dari tangan Rubiah. Merasa di atas angin, Sam kemudian menginjak tubuh janda muda itu.

Tidak berhenti di situ. Sam benar-benar seperti kesetanan pagi itu. Setelah berhasil merebut pisau cutter dari tangan kekasihnya, Sam kemudian menikam leher Rubiah. Rabu pagi, 4 Desember 2019, perempuan itu tewas di tangan kekasihnya.

Lari ke Paluta, Katanya Kembali ke Medan

Mayat Rubiah baru diketahui sekitar pukul 10 pagi hari itu. Samosir sudah kabur satu jam sebelumnya. Sam segera cicing [melarikan diri] ke kampung halamannya di Gunung Tua Jae, Padang Bolak, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Dia pulang ke rumah orang tuanya. Hanya sebentar, kemudian kembali lagi ke Medan. Kasus pembunuhan terhadap Rubiah sudah di tangan kepolisan. Hasil penyelidikan, dengan mudah polisi mengidentifikasinya pelakunya. Pencarian terhadap Sam pun dilakukan.

Kepolisian sempat mendatangi rumah orang tua Sam. Hasilnya nihil. Dari situ kemudian mereka menggali informasi lebih dalam. “Orangtuanya mengatakan tersangka sempat pulang, namun sudah kembali ke Medan,” jelas Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Senin, 9 Desember 2019, sebagaimana dilansir Merdeka.com.

Dia Menyangka Korban Selingkuh

Petugas terus menggali informasi. Ternyata Sam tidak kembali ke Medan. Dia sembunyi di kediaman keluarganya di kampung itu juga. Pelarian Sam berakhir, saat petugas menyergap saat dia berada kediaman kerabatnya pada Jumat, 6 Desember 2019.

Sam diciduk sekitar pukul 19.00 WIB. Di tangan Samsir, polisi mendapati ponsel Rubiah. Polisi kemudian mengungkap motif pembunuhan dilakukan Samsir terhadap Rubiah. Sejauh ini, hanya motif cemburu buta.

Dari hasil pengembangan, pelaku merasa cintanya selama ini dikhianati Rubiah walau di rumah sudah punya istri dan anak. “Jadi dia menyangka korban selingkuh dengan laki-laki lain,” ucap Dadang.

Polisi masih mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan Samsir. Sejauh ini Samsir dikenakan Pasal 338 subs Pasal 365 ayat ( 3 ) subs Pasal 351 ayat (3) KUHP.

 * Bagikan berita ini

#intipnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini