Cerpen Boy Erlangga: Petaka Maut di Sungai Barumun

175
Petaka Maut di Sungai Barumun

Bagian Kedua

LANGITPUN sudah memerah, pertanda malam akan tiba menjemput siangnya. Kamipun pun bergegas pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan apa yang kami perlukan. Besoknya, di siang hari tepatnya pukul 15:00 WIB aku memberi kabar lewat Whatsapp bahwa kita  akan berangkat pukul 20.00 WIB.

Dan sebelum berangkat kami sepakat untuk terlebih dahulu  kumpul di tempat togkrongan. Aku nyampek duluan di tongkrongan, kemudian disusul dengan Maya dan Fikri, selang berapa lama Nanda pun datang bersamaan dengan Faisal, tak berapa lama kemudian Dinda datang bersama dengan Rubi.

Akupun memberi arahan kepada mereka agar mematuhi segala pantang larangan yang ada di daerah yang akan kita kunjungi itu.  Sebelum akhirnya kami naik ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan menuju daerah tempat liburan yang kami tuju.

Selama di perjalanan kami tertidur dengan sangat pulas, dan terbangun di pagi harinya kami sudah sampai di tempat tujuan di suatu desa yang bernama Tanjung Sarang Elang. Namun  tujuan utama kami sebenarnya  bukan lah desa itu sebab teman ku itu berada di seberang desa itu.

Lalu kamipun berangkat menggunakan perahu nelayan setempat dengan menyewa satu perjalanan seharga Rp 35.000  menuju kediaman temanku tersebut. Kami menempuh jarak naik perahu kayu itu lebih kurang 15 menit.

Selama dalam perahu kayu itu mata kami terfokus pada pulau yang ada di tengah-tengah sungai barumun itu. Akhirnya kami pun sampai di kediaman si Ahmad. Setelah tiba di rumah Ahmad kami berisitirahat sejenak melepas rasa lelah selama di perjalanan yang panjang.

Sembari ibunya menyiapkan makan siang untuk kami santap. Kami pun ngobrol banyak mengenai pulau itu dan si Ahmad pun menjelaskan mengenai apa yang dia tahu tentang pulau itu dan segala pantang larang yang ada di daerah ini.

Saat kami sedang asik ngobrol , ibunya memanggil kami untuk segera makan siang karena sudah dipersiapkan .Setelah selesai makan kamipun pamit untuk melanjutkan perjalanan, tujuan utama kami jelas pulau itu. Ahmad mengantarkan kami  menggunakan perahu dayung selam lebih kurang 45 menit,.