Covid Melonjak Cepat, Luhut: Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

452
Covid Melonjak Cepat
Covid Melonjak Cepat, Luhut katakan Pemerintah siapkan skenario terburuk

JakartaIntipnews.com:Covid melonjak cepat, Luhut sebut pemerintah siapkan skenario terburuk. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan saat ini Indonesia sudah masuk dalam worst case scenario atau skenario terburuk dalam penanganan Covid 19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi [Marves], Luhut Binsar Pandjaitan dalam video konferensi pers pada Kamis [15/7/21] mengatakan, laju peningkatan kasus Covid 19 di Indonesia yang begitu cepat didominasi oleh varian delta.

Tingkat penularan varian ini sekitar enam kali lebih cepat daripada varian sebelumnya, varian alpha. Sebagaimana dilansir Republika.co.id. Luhut Panjaitan mengungkapkan, pemerintah mempersiapkan skenario terburuk jika angka penularan mencapai 100 ribu kasus per hari. “Kami ini sudah pada sampai di worst case scenario ya. Kami memang sudah duga penularannya akan tinggi, meski kami tak menduga bisa secepat ini,” ujar Luhut

Luhut menjelaskan Pemerintah berupaya untuk bisa menekan angka penularan meski memang ini perlu kerjasama semua pihak. Luhut juga menjelaskan pemerintah menjaga untuk paling tidak angka penularan tidak mencapai 60 ribu per hari. “Ya kita berharap jangan lebih daripada 60 ribu karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi,” katanya.


Covid melonjak cepat, Luhut sebut pemerintah siapkan skenario terburuk. Pemerintah telah menyiapkan skenario jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Luhut menyebut, Indonesia telah mengamankan stok vaksin sebesar 480,7 juta dosis. Pada bulan Juli ini vaksinasi ditargetkan mencapai rata-rata 1 juta per hari.

Penambahan kapasitas tempat tidur rumah sakit juga sudah disiapkan, termasuk pembukaan rumah sakit lapangan atau darurat untuk perawatan isolasi dan intensif. Selain itu, tempat diklat dan wisma yang dimiliki kementerian atau lembaga juga akan dimanfaatkan untuk tempat isolasi Covid 19.

Rumah sakit dan fasilitas yang dimiliki TNI-Polri juga dimanfaatkan maksimal. “Kami kerahkan semua source yang ada. Harapannya ini bisa mengendalikan kondisi,” ujar Luhut.

Saat ini pengadaan oksigen untuk kebutuhan medis telah dilakukan dari berbagai daerah. Salah satunya ia sebutkan dari kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Selain itu didatangkan pula oksigen yang berasal dari Cilegon dan Batam. Oksigen yang selama ini dibutuhkan industri akan dialihkan untuk kebutuhan kesehatan.