Ilustrasi. Demo massa tolak UU Cipta Kerja. Foto Istimewa

Medan-Intipnews.com:Polisi menyebut ada dugaan keterlibatan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [KAMI] dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Medan. Demikian terungkap dalam rapat koordinasi dengan perwakilan buruh di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Senin 12 Oktober 2020.

Informasi dihimpun Intipnews.com, “Mengamankan Ketua KAMI atasnama Hairi Amri yang diketahui penyuplai logistik,” tulis dalam materi berisi 8 poin tersebut. Terkait dugaan keterlibatan KAMI, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin hanya menjawab singkat.

“Ini sudah kita buktikan dan kelompok ini memang ada. Untuk keterangan berikutnya mohon waktu,” jelasnya. Martuani mengatakan, sebanyak 27 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam unjuk rasa berakhir bentrok.

“Sampai saat ini khusus yang diamankan dan ditingkatkan menjadi tersangka ada 27 orang, dan ini akan berkembang. Tadi pagi ada juga yang ditangkap dua orang dalam ujaran kebencian UU ITE,” ujarnya.

Martuani menegaskan, akan membuktikan adanya keterlibatan orang yang menunggangi aksi penolakan UU Cipta Kerja itu. Menurut Martuani, kepolisian tetap menjamin penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana yang dijamin oleh konstitusi.

“Tugas polisi adalah menjamin semua orang dalam melaksanakan haknya juga memiliki kewajiban menjaga ketertiban dan menjaga hak orang lain. Ketika ini terganggu, maka tidak lain tidak bukan kami akan tindak,” tegasnya.

Sebagaimana di-publish media massa, , aksi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja mendapat penolakan dari organisasi buruh, mahasiswa dan pelajar. Aksi penolakan di depan gedung DPRD Sumatera Utara berujung ricuh. Beberapa anggota polisi mengalami luka-luka tidak terkecuali massa aksi. * Sc

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini