Didi Irawadi fraksi Demokrat DPR RI. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Rapat paripurna DPR yang mengesahkan UU Cipta Kerja Ciptaker] pada 5 Oktober lalu dinilai janggal oleh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin.

“Tidak ada selembar pun naskah RUU terkait Ciptaker yang dibagikan saat rapat paripurna tanggal 5 Oktober 2020 tersebut,” tutur Didi Irawadi yang sudah tiga periode menjabat anggota DPR, kepada wartawan.

Dia mengaku heran dengan rapat tersebut. Baginya, rapat kemarin adalah pengalaman tak terduga karena pimpinan DPR telah mengesahkan RUU yang sesat dan cacat prosedur. Didi bertanya-tanya, RUU apa yang sesungguhnya diketok palu oleh pimpinan sidang kala itu.

Seharusnya, lanjut Didi, sebelum palu keputusan diketok, naskah RUU Ciptaker sudah bisa dilihat dan dibaca oleh anggota dewan. Rapat paripurna adalah forum tertinggi DPR. Artinya, wajib bagi semua yang hadir diberikan naskah RUU yang akan disahkan.

“Jangankan yang hadir secara fisik, yang hadir secara virtual pun harus diberikan,” tekannya, Kamis [8/10]. “Sungguh ironis RUU Ciptaker yang begitu sangat penting, tidak selembar pun ada di meja kami,” katanya. * Tps

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini