Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi, tetap diminta hadir sebagai saksi di persidangan. Foto Istimewa

Kehadiran dan keterangan Bupati Andi Suhaimi sangat penting di persidangan, karena namanya disebutkan dalam surat dakwaan, terdakwa Paisal Purba…

Labuhanbatu-Intipnews.com:Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimnthe tetap dipanggil untuk hadir menjadi saksi di persidangan Pengadilan Negeri Tipikor Medan terkait perkara korupsi pemberian suap Rp1,5 miliar Paisal Purba yang akan dilanjutkan Kamis 27 Agustus mendatang.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri [Kajari] Labuhanbatu Kumaedi, SH melalui Kasi Intelijen Syahron Hasibuan, SH. “Kami berharap Bupati Labuhanbatu koperatif serta menaati hukum agar dalam persidangan berikutnya dapat hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi,” tegas Syahron, Senin 24 Agustus 2020.

Informasi dihimpun Intipnews.com, sebelumnya Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi 2 kali tidak hadir di persidangan terkait perkara korupsi pemberian suap Rp1,5 miliar untuk memuluskan proses berita acara 95 % pengerjaan proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat, dengan terdakwa mantan Kadis Perkim Faisal Purba dan stafnya Jefri Hamsyah.

Andi Suhaimi Dalimunthe telah 2 kali menerima surat panggilan, pertama 30 Juli 2020 dan panggilan kedua untuk sidang 13 Agustus 2020. Andi Suhaimi Dalimunthe mangkir dengan 2 kali panggilan tersebut.

Andi Suhaimi mengutus Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan [BKPP] Kabupaten Labuhanbatu Zainuddin Siregar atas ketidakhadirannya. Zainuddin Siregar via selular Jumat [15/8/2020], membenarkan dirinya diutus Bupati Labuhanbatu.

“Iya benar, dia [Zainuddin] ada datang dan menyampaikan Andi Suhaimi tidak dapat hadir,” katanya. Namun sambung Syahron, keterangan bupati dalam persidangan sangat diperlukan karena nama bupati ada disebut dalam perkara Paisal Purba.

Senada, Kasi Pidsus M Husairi, SH menambahkan, keterangan Bupati Andi sangat penting didengar di persidangan, karena dalam surat dakwaan, terdakwa Paisal Purba mengaku disuruh Andi Suhaimi meminta uang Rp 2 M dari Ilham Nasution, selaku pekerja dari PT Telaga Pasir Kuta yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung D RSUD Rantauprapat di Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019.

“Semua kegiatan memang penting, tetapi menghadiri persidangan juga sangat penting, karena menyangkut nasib orang,” sebut Kasi Pidsus.

  • Laporan Anshari Tambak

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini