Di Tengah Polemik, 1.271 Pegawai KPK Lolos TWK Dilantik Jadi ASN

5
Di tengah polemik, 1.271 pegawai KPK lolos TWK dilantik jadi ASN. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Di tengah Polemik, 1.271 pegawai KPK yang lolos TWK dilantik jadi ASN. Pelantikan dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] Firli Bahuri yang pegawainya lolos Tes Wawasan Kebangsaan [TWK] menjadi Aparatur Sipil Negara [ASN].

Pelantikan bertepatan dengan hari lahir Pancasila, sejumlah 1.271 pegawai KPK dan diambil sumpah menjadi aparatur sipil negara di Gedung Juang KPK Jakarta, Selasa 1 Juni 6 2021 siang, di tengah suasana polemik soal 75 dinyatakan tidak lulus TWK.

Diketahui, ada 75 pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam asesmen TWK. Dari jumlah itu, sejumlah 24 pegawai disebut akan dibina. Dan 51 pegawai akan diberhentikan pada akhir Oktober 2021 mendatang.

Di antara itu sebagaimana di-publish media massa, juga ada 700 pegawai yang lulus TWK meminta agar pelantikan mereka sebagai ASN ditunda hingga polemik 75 pegawai tuntas. Permintaan disampaikan para pegawai dari lintas direktorat di KPK tersebut kepada pimpinan KPK.

Namun pegawai KPK yang dinyatakan lolos dalam TWK, tetap dilantik. Pengambilan sumpah jabatan hanya diwakili oleh 53 pegawai dan pejabat struktural. Sedang pegawai yang lain mengikuti pelantikan melalui aplikasi daring. Hal itu untuk memastikan penerapan protokol kesehatan [Prokes].

Ilustrasi. Istimewa

Informasi diterima Intipnews.com, pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Firli Bahuri. Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Hardianto Harefa, dan Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan, menjadi perwakilan yang dilantik secara simbolis.

Dengan demikian 1.271 pegawai KPK resmi menjadi ASN, setelah dilantik dan diambil sumpah janji. “Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya menyatakan dan berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa saya untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil [PNS] akan setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah.”

Berikut, “Bahwa saya akan menaati segala peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab. Bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan martabat PNS.”

“Serta akan senantiasa mengedepankan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang atau golongan. Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemanggat untuk kepentingan negara,” ujar Firli Bahuri yang diikuti oleh Cahya Hardianto Harefa dan Pahala Nainggolan.

  • Itp-17