Dianggap Fitnah Pemerintah, SBY dan AHY Dilaporkan ke Bareskrim Polri

0
14
Susilo mencium kening putranya Agus Harimurti. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Setelah dianggap menuding pemerintahan Presiden Jokowi terlibat dalam kudeta Parta Demokrat, eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] dan Ketua Umum [Ketum] Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono [AHY] ke Mabes Polri, April 7 /4/2021.

Hal tersebut berkaitan dengan lewatnya batas waktu permintaan maaf keduanya kepada Presiden RI Joko Widodo [Jokowi] dan jajarannya. Menurut Sekretaris Jenderal [Sekjen] Garda Demokrasi 98 Azwar Furqutyama, pelaporan dibikin lantaran AHY telah menuding pemerintahan Presiden Jokowi terlibat dalam kudeta Parta Demokrat.

“Karena selama ini AHY, menuding pemerintahan Jokowi terlibat dalam pengambilalihan Partai Demokrat,” kata Azwar di Bareskrim Polri. Sementara kuasa hukum Garda Demokrasi 98, Yan Warinson mengatakan laporan itu dibuat lantaran AHY dan SBY, serta pimpinan Partai Demokrat lainnya diduga berupaya memfitnah pemerintah.

Menurut Yan Warison, sebagaimana dilansir Suara.com, sejumlah dokumen turut dilampirkan seperti pemberitaan di media massa. “Beberapa dokumen-dokumen di sini jelas dikatakan sempat tuding pemerintah ikut dalam kudeta, berharap AHY-SBY legowo minta maaf ke Jokowi,” ungkap Yan.

Atas dasar itu, kubu Garda Demokrasi 98 menyatakan dalam hal ini SBY dan AHY telah melanggar Pasal dari KUHP, Pasal 207, Pasal 310, Pasal 311, dan UU nomor 1 tahun 1946, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15. Dengan demikian, tindakan pelaporan harus ditempuh oleh pihaknya.