Dibayar Rp 500 Ribu, SHB Buang Bangkai Babi Bervirus di Medan

0
53
Bangkai babi dibuang di dekat pemukiman warga

Medan-Intipnews.com:Terkait pembuangan bangkai babi yang mati tejangkit virus hog cholera, sudah menjadi pertanyaan masyarakat mengapa belum ada yang bertangungjawab mencemari sungai Bederah dan danau Siombak Medan yang ditangkap.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Senin 18 November 2019, Kepolisian Resor Kota Besar [Polrestabes Medan], Sumatera Utara menangkap satu orang pembuang bangkai babi yang dilakukan di kawasan Deliserdang. Pelaku diketahui berinisial SHB [59], warga Jalan Turi Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Labuhan.

Petugas berhasil menangkap Sinar berdasarkan informasi warga yang pernah melihat pelaku membuang bangkai babi. “Dari informasi masyarakat yang membuang bangkai babi adalah SHB [59],” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto kepada  wartawan Minggu 17 November 2019.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap pembuang bangkai babi. Eko mengatakan, awalnya petugas Polsek Sunggal menemukan dua ekor bangkai babi yang dibuang di parit di Dusun II, Desa Helvetia, Sunggal, Deliserdang Sekira Pukul 01.30 WIB dini hari. Petugas menangkap SHB saat hendak melakukan aksinya.

 Medan Diteror Bangkai Babi

“Yang bersangkutan ditangkap saat hendak membuang bangkai babi,” ungkapnya. Saat diinterogasi petugas, SHB mengaku disuruh pemilik bangkai babi yang tidak dikenalnya. Dia juga mengakui bangkai babi tersebut dibawanya dari Jalan Karya7/ Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Sunggal, Deliserdang.

“Pelaku mengaku diupah Rp 500 ribu untul membuang bangkai babi,” jelasnya. Eko menyebutkan SHB kesehariannya bekerja sebagai penarik becak bermotor [betor] ini, membawa dua ekor bangkai babi, menggunakan betor. SHB dijerat UU No.32 thn 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sebelumnya diketahui, dalam beberapa waktu belakangan ini Kota Medan dan sekitarnya diteror bangkai babi yang dibuang begitu saja di aliran sungai dan danau.

Bahkan di jalan dekat permukiman warga. Kondisi tersebut meresahkan warga, lantaran bangkai babi tersebut diduga kuat terinfeksi hog cholera yang menjangkiti ribuan ekor babi di kawasan tersebut sejak beberapa minggu terakhir. * sc

  • Laporan Tim 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini