Didakwa Suap Walikota, Isa Dituntut 2,6 Tahun Penjara

0
147
Mantan Kadis PU Medan, Isa Ansyari saat di Pengadilan Tipikor Medan. Foto Istimewa

Terdakwa Isa mengelontorkan uang sebesar Rp450 juta dengan dua kali transfer, serta tunai yang diberikan kepada Andika, untuk keperluan Walikota Medan non-aktif Eldin…

Medan-Intipnews.com:Mantan Kepala Dinas [Kadis] PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dituntut penjara selama 2 Tahun dan 6 Bulan, oleh penuntut Umum KPK di persidangan berlangsung diruang Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Senin 3 Februari 2020.

Selain menuntut pidana, terdakwa Isa Ansyari juga dibebankan membayar denda sebesar Rp250 Juta, atau digantikan enam bulan penjara apabila tak sanggup membayarnya. Penuntut umum KPK, Zainal Abidin dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa Isa Ansyari dengan sadar dan mengetahui perbuatannya yang memberikan uang, atas permintaan Kasubag Protokoler Syamsul Fitri.

Uang itu menutupi biaya perjalan dinas yang tak ditanggung, di dalam anggaran perjalanan Walikota Medan, bertujuan agar jabatannya selaku Kadis PUPR Medan tetap bertahan. Karena ingin jabatan tetap aman, terdakwa rela memberikan uang setelah dihubungi Syamsul Fitri, agar membantu menutupi biaya operasional Walikota Medan, Dzulmi Eldin yang tidak ditanggung oleh APBD [dana non Budgeter].

Uang yang diberikan atas permintaan Kasubag Protokoler Sekretariat Pemko Medan Syamsul Fitri sebesar Rp530 juta yang dibayarkan secara bertahap. Uang yang diberikan Isa Ansyari atas permintaan Kasubag Protokoler Pemko Medan Syamsul Fitri, untuk biaya perjalanan dinas Walikota sebesar Rp80 juta dengan empat kali pembayaran yakni Rp20 juta sebanyak 4 kali yang diserahkan kepada Andika atas suruhan Syamsul Fitri.

Justice Collaborator Isa Ansyari Ditolak

Kemudian Syamsul juga menelpon kepada Isa, agar membantu biaya perjalanan dinas Walikota Medan, Dzulmi Eldin, Kepala OPD serta keluarga dan kerabat Walikota Medan ke Ichikawa, Jepang,

Terdakwa Isa kembali mengelontorkan uang sebesar Rp450 juta dengan dua kali transfer, serta tunai yang diberikan kepada Andika yang merupakan Honorer Sekretariat Protokoler Pemko Medan.

Sementara itu pengajuan justice collaborator [JC] yang telah diajukan Isa Ansyari, ditolak penuntut umum KPK. Ketua Majelis Hakim Tipikor Meda, Abdul Aziz, penasehat hukum terdakwa Adi Mansar Lubis menyatakan, segera menjawab tuntutan jaksa dengan menyiapkan nota pembelaan.

  • Laporan Sofar Panjaitan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini