Tim penyidik Kejari Labuhanbatu saat menggeledah salah satu kantor desa. Foto Istimewa

Labuhanbatu-Intipnews.com:Mendapat pengawalan ketat personel Polres Labuhanbatu, 2 kantor kepala desa di 2 kecamatam berbeda, Rabu 29 Juli 2020 sore digeledah Kejaksaan Negeri [Kejari] Labuhanbatu.

Pertama kantor kepala desa di Desa Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aek Natas dan kantor kepala desa di Desa Bulungihit di Kecamatan Marbau. Penggeledahan itu dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran pendapatan belanja desa [APBDes] 2016-2019.

Prosesnya mendapat pengawalan ketat personel Polres Labuhanbatu dan diketahui camat setempat. Informasi dihimpun Intimnews.com, Jumat 31 Juli 2020 sedikitnya ada 6 penyidik yang turun dalam pengeledahan tertutup yang berlangsung selama 3 jam.

Seusai menggeledah, penyidik keluar dari kantor desa dengan membawa koper diduga berisi dokumen penting berkaitan korupsi dana APBDes.

Kasi Intelijen Kejari Labuhanbatu Syahron Hasibuan mengatakan, pengeledahan ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1,4 milliar.

“Untuk nilai pastinya masih menungggu hasil audit tim ahli,” ujarnya. Dugaan kerugian negara di Desa Perkebunan Halimbe diketahui sebesar Rp560 juta pada APBDes 2019. Sementara Desa Bulungihit, kerugian mencapai lebih dari Rp900 juta di anggaran 2016-2019. *Ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini