Tokoh Pemuda Asahan Imam M Nur yang juga Anggota Laskar Merah Putih

Side effect dari berita hoaks itu telah mencoreng Kabupaten Asahan yang ada masyarakatnya. Jadi bukan hanya Bupati saja yang telah dipermalukan dan difitnah dengan keji,…

Asahan-Intipnews.com:Terkait Oknum Aparatur Sipil Negara [ASN] yang menyebarkan berita hoaks di rumah Bupati Asahan “Ada nonton bareng orang telanjang,” dari kabar yang berkembang di masyarakat telah bebas, menimbulkan pertanyaan.

Dipertanyakan oleh salah seorang tokoh pemuda Asahan, Sumatera Utara [Sumut], Imam M Nur yang juga Anggota Laskar Merah Putih. Menurutnya jika benar dibebaskan, bagaimana mungkin seorang yang sudah menyebarkan hoaks dan fitnah ke publik, menuding pejabat Asahan nomor satu yang sangat dihormati menyakitkan, dapat bebas begitu saja.

“Kalau pun WA itu bisa bebas setelah dimaafkan oleh orang yang sudah difitnah. Aneh juga ya, semestinya pejabat negara dapat menunjukkan kepada rakyatnya konsisten dalam menegakkan hukum. Bukan sebaliknya membiarkan tersangkanya bebas,” kata Imam M Nur Rabu 4 Desember 2019.

Belum lagi, tutur Imam M Nur, side effect [akibat lain] dari berita hoaks itu telah mencoreng Kabupaten Asahan yang ada masyarakatnya. Jadi bukan hanya Bupati saja yang telah dipermalukan dan difitnah melalui medsos. “Apalagi beritanya di media massa nasional. Saya tahu disiarkan Detik.com selain Intipnews.com,” ujarnya.

Feedback [umpan balik], juga sangat tidak baik ke depannya jika ada pelanggar hukum, bisa melenggang. “Saya dengar yang memaafkan itu mau mencalonkan jadi bupati lagi, sungguh kredibilitasnya dipertanyakan,” tukas Imam menanggapi ASN yang menurutnya diduga mengalami degradasi wawasan.

Bupati Asahan [kanan] saat menerima tersangka ASN WA bersama keluarga minta maaf atas berita hoaks yang dibuatnya
Sebagaimana dinformasikan Intipnews.com dan dilansir juga oleh Detik.com, ASN WA menjadi  tersangka UU ITE di Polres Asahan, setelah menyebarkan berita hoaks [bohong] dan penyebaran ujaran kebencian di facebook miliknya.

Ditangkap Polres Asahan

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, S.I.K., M H pada konferensi Pers, Rabu [6/11/2019] petang di Mapolres Asahan Jalan A Yani Kisaran, memaparkan tersangka WA merupakan ASN di bagian Radiologi Rumah Sakit Umum Haji Abdul Manan Simatupang [RSU HAMS] Kisaran.

“Tersangka kita amankan dari salah satu warung kopi yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Senin [4/11/2019],” ujar Faisal. Kapolres menyebut, tersangka diringkus karena telah menyebarkan ujaran kebencian di status facebook-nya yang isinya “Rumah dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang telanjang”.

Tulisan tersebut dibagikan di media sosial [medsos] milik tersangka 15 Oktober 2019. Padahal kegiatan di rumah Bupati Asahan tersebut adalah nonton bareng acara Kontes Dangdut Indonesia [KDI] 2019. Postingan tersangka di medsos itu dapat menimbulkan kegaduhan.

“Kita sudah bisa membuktikan dengan 2 alat bukti yang sah dan kita juga sudah meminta keterangan dari ahli bahasa,” papar Kapolres Asahan kala itu. Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 lembar hasil screen shoot postingan medsos facebook atas nama WA dan satu unit handphone berikut sim card milik tersangka.

Sesuai Hukum Berlaku

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 Subsider Pasal 45 ayat (3) tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik [ITE], dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan/atau denda Rp 1.000.000.000,00,” tutur Kapolres.

Lalu ASN WA dan keluarga, didampingi Asisten III, Kadis Kominfo, Kaban Kesbang dan Kabag Hukum, Bupati Asahan menerima audensi WA tersangka hoaks beserta keluarga, Senin 2 Desember 2019, di ruang kerja Bupati Asahan H Surya.

WA meminta maaf kepada Bupati. Menanggapi permohonan maaf tersebut Bupati H Surya menyampaikan secara pribadi telah memaafkan. Namun, terkait pengaduan yang telah dilayangkan, sepenuhnya menyerahkan ke pihak berwajib untuk [hukum tetap jalan] diproses sesuai hukum yang berlaku. *Itp-10

  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini