Anggota presidium KAMI, Din Syamsudin. Foto Istimewa

“Pemerintah dituntut menghentikan penegakan hukum yang karut marut dan diskriminatif, memberantas mafia hukum, menghentikan kriminalisasi lawan-lawan politik, menangkap dan menghukum berat para penjarah kekayaan negara,…”

Jakarta-Intipnews.com:Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [KAMI] yang belakangan sering terdengan di seantero Tanah Air atau yang biasa disebut KAMI akhirnya resmi dideklarasikan Selasa, 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

Sejumlah 150 tokoh oposisi yang terlibat didalamnya mempelopori KAMI, meski gerakan ini menuai kritikan publik di media sosial hingga hari ini menempati urutan pertama di trending Twitter dengan tagar #KAMImauMakar.

Informasi dihimpun Intipnews.com, namun hari ini KAMI tetap bergerak. KAMI menilai para penyelenggara negara saat ini belum bekerja sesuai amanah UUD 1945 dan Pancasila. Untuk itu, mereka mendesak pemerintah dan para anggota legislatif untuk menegakkan pengelolaan negara sesuai pedoman dan landasan Negara.

“KAMI dapat membuktikan telah terjadi penyimpangan dan penyelewengan terhadap nilai-nilai itu. Semua bersepakat,” kata anggota presidium KAMI, Din Syamsudin.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini