Ilustrasi. Istimewa

Simalungun-Intipnews.com:Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen terhadap percepatan pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah dan masyarakat di semua tingkatan.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Simalungun melalui Kepala Dinas Kesehatan [Kadis] Edwin T Simanjuntak mengungkapkan, berupaya terus menurunkan secara signifikan jumlah balita  yang mengalami stunting.

Jumlah angka gagal tumbuh [stunting], katanya, sejak 1997 ada sebanyak 62.918 balita dari 24 lokus. Berdasarkan Rekapan Pemantauan Status Gizi [PSG] sejak Februari 2019 terdapat 423 balita [20,95%] mengalami stunting.

Stanting tersebar di 24 desa se-Simalungun,di Desa Siruberube, Durian Banggal,  Desa P Syahkuda, Ujung Saribu, Togur, Tanjung Saribu, Ujung Mariah, Lokkung, Dolok Saribu, Purba Sinombah, Shemun, Marubun Siboras, Pardomuan Bandar, Ambarisan.

Desa Amborokan Panei Raya, Negeri Dolok, Perasmian, Jawa Tongah II, Jorlang Hataran, Gunung Serawan, Silau Huluan, Bintang Mariah, Syahkuda Bayu, Hutaraja. Untuk Desa Sirube-rube, Durian Banggal serta  Desa P Syahkuda  adalah desa terbanyak jumlah balita  yang mengalami stunting.

Dengan Cara Konvergensi Terintegrasi Stunting

Edwin mengakui telah berhasil menurunkan jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 192 balita dalam tempo enam bulan.

“Terhitung Agustus 2019 jumlah balita stunting sebanyak  231 [10,38%] yang tersebar di 24 desa se Kabupaten Simalungun. Dinas Kesehatan menargetkan percepatan penurunan stunting dapat teratasi di tahun 2024,” ungkap Kadiskes,

Menurut Edwin T Simanjuntak kepada awak media baru-baru ini, dengan cara konvergensi terintegrasi stunting bersama dengan pemerintah nagori [desa], mengadakan pertemuan koordinasi Lintas Program [LP] dan Lintas Struktural [LS] melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan [Gerakan 1.000 HPK]. *Itp-Apl

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini