Dipicu CAA India Rusuh, 24 Tewas Masjid Dibakar

0
70
Pemrotes membakar gambar Menteri Dalam Negeri India Amit Shah sebagai bentuk protes atas pengesahan UU Kewarganegaraan baru yang dinilai anti-Muslim. Foto Istimewa

“Setiap kali ideologi rasis berdasar kebencian mengambil alih, di situlah terjadi pertumpahan darah…”

 

India-Intipnews.com:Kerusuhan di India sudah berlangsung 3 hari, 24 orang dinyatakan tewas di Delhi, India. Kerusuhan dipicu ketika sekelompok ultranasionalis Hindu menyerang peserta aksi damai yang menuntut amandemen undang-undang kewarganegaraan.

Informasi dihimpun Intipnews.com Kamis 27 Februari 2020, sebagaimana dilansir Aljazeera.com, 200 orang terluka selama kericuhan yang berlangsung tiga hari tersebut. Para perusuh mengamuk, membunuh, dan merusak properti. Pertokoan dijarah dan sebuah masjid di dekat ibu kota India habis dibakar.

Kelompok muslim India menyebut UU amandemen kewarganegaraan [CAA] yang disahkan Desember lalu, mendiskriminasi mereka dan bertentangan dengan etos sekuler negara tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi menuai kritikan dari publik karena tidak bertindak tepat waktu. Diketahui, PM Modi yang dikenal sebagai politikus sayap kanan sedang menerima kunjungan Presiden Amerika Donald Trump saat kerusuhan terjadi.

Namun, perihal kerusuhan rasis tersebut, Modi mengatakan, “Perdamaian dan harmoni adalah pusat dari etos kami.” Dimbau Modi akun Twitternya, kepada saudara-saudaraku di Delhi untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan setiap saat. Yang paling penting saat ini adalah memulihkan keadaan kembali tenang dan normal.

Sementara Donald Trump, yang mengunjungi India ketika kerusuhan terjadi merespon “Terserah India,” ujarnya singkat seperti yang dilansir bbc.com. Trump menambahkan, dia telah mengemukakan isu tentang kebebasan beragama di negara tersebut dan ia terkesan terhadap respons pemerintah.

Di lain sisi, kericuhan ini menuai respons dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. “Setiap kali ideologi rasis berdasar kebencian mengambil alih, di situlah terjadi pertumpahan darah” ungkap Imran.

Imran juga memperingatkan rakyatnya agar tidak menyerang warga minoritas, “Saya ingin memperingatkan rakyat kami di Pakistan yanhg menargetkan [menyerang] warga non-muslim atau tempat ibadahnya, maka akan ditangani secara ketat. Minoritas kami setara dengan semua rakyat di negara ini.”

Warga muslim termasuk kaum minoritas di India. Akibat kerusuhan ini, banyak orang yang tinggal di lingkungan percampuran Hindu dan Muslim memilih untuk meninggalkan rumah mereka.

Hingga Rabu 26 Februari 2020, polisi anti huru-hara masih berpatroli di jalan-jalan ibukota India. Wali kota Delhi juga menyerukan jam malam setelah kekerasan agama ini terjadi dan merenggut puluhan jiwa. *Itp-02

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini