Dirut Bank Sumut Buka Ujian Anggota PWI: Kerjasama Media Perlu

0
69
Direktur Utama Bank Sumut, Muhamad Budi Utomo

Medan-Intipnews.com:Direktur Utama Bank Sumut Muhamad Budi Utomo membuka ujian anggota muda dan anggota biasa PWI Sumatera Utara Tahun 2019, di aula Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu 28 Desember 2019.

Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] menjalin kerjasama dengan PT Bank Sumut untuk melaksanakan ujian anggota muda dan anggota biasa PWI Sumatera Utara [Sumut] tahun 2019.

Muhamad Budi Utomo sangat menyambut baik diadakanya ujian peserta anggota PWI Muda dan Biasa Tahun 2019. “Kerjasama antara jurnalis dengan Bank Sumut sangat perlu, karena Bank Sumut adalah banknya orang Medan,” sebutnya.

Budi menambahkan, dengan adanya kerjasama pihak Bank Sumut dengan jurnalis dan media yang ada di Sumut, mudah-mudahan membawa dampak positif terhadap Bank Sumut.

Suasana pendalaman materi oleh Ketua PWI Sumut, Hermansyah [nomor 2 dari kiri]
Hal ini merupakan bagian dari adanya manfaat go public  yang terdapat banyak keuntungan bagi perusahan, untuk melakukan penawaran umum atau initial public offering [IPO] disebut dengan go public.

 

“Untuk menjadi go public Bank Sumut melakukaan Akses perubahan sarana pendanaan jangka panjang yang lebih luas,” tutur Muhamad Budi Utomo. Dan meningkatkan kinerja perusahan serta value [nilai] perusahan.

Menurut Budi, untuk meningkatkan image perusahan sangat perlu media untuk menginformasikan tentang penyediaan data dan analisa di perusahaan sekuritas. Bank Sumut juga akan mempercepat penerapan Good Corporate Governance [GCG].

Di tempat yang sama dijelaskan Hermansyah, apa yang dipaparkan Dirut Bank Sumut menjadi bahan membuat berita. “Usai pembukaan dilakukan pembekalan mengenai PD/PRT PWI, UU No 40 Tahun 1999 tentang pers, Kode Etik Jurnalistik [KEJ] dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak [PPRA]. Setelah itu ujian,” ungkap Herman.

Perubahan Peliputan Selain ketiga materi itu, Ketua PWI Sumut dalam pembekalan kepada peserta ujian akan mengupas perubahan liputan. Khususnya terhadap wartawan media cetak dalam masa Revolusi Industri 4.0 sejalan dengan makin berkurangnya pembaca Koran.

Pers Berkewajiban Memberikan Perlindungan

Berkurangnya pembaca koran diperkirakan menyusut, hingga tinggal 30 persen saja. “Kondisi ini bukan saja terjadi di Sumatera Utara, tapi juga merata di semua daerah di tanah air. Termasuk juga terhadap media ibukota,” tambah Herman.

Menurut Hermasyah, konsekuensi dari hal itu wartawan juga harus mengubah pola liputannya dari cuma straight News menjadi liputan lebih dalam [depth news] dan reportase investigasi [investigative reporting].

Kalau wartawan tidak juga mau berubah dalam liputannya, ungkap Ketua PWI Sumut ini, jangan salahkan siapa-siapa jika media tempat kita bekerja cepat atau lambat akan menggusur wartawan.

Dalam ketentuan UU RI Nmor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak Harus mendapat perlindungan masa depannya.

Sehingga menurut Hermansyah, pers berkewajiban memberikan perlindungan antara lain, menutup informasi terkait anak berusia maksimal 18 tahun dalam tiap pemberitaan di media massa. Ancaman terhadap pelanggaran UU ini sangat berat karena pers diancam hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta.

  • Laporan Roni Neliati
  • Bagikan Berita Ini

#intipnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini