Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono. Foto Istimewa

“Batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang dan bensin bisa berjajaran. Buat seperti 1998, penjarahan toko etnis China dan rumah-rumahnya, preman diikutkan,…”

Jakarta-Intipnews.com:Kabar hari ini Mabes Polri mengungkap, ada skenario membuat kerusuhan seperti 1998 silam dalam grup WhatsApp Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [Kami] Medan.

Terkait itu, Polri menetapkan ketua KAMI Medan sebagai tersangka pelanggaran UU ITE soal kerichan demo menolak UU Cipta Kerja [Ciptaker]. Juga ditetapkan tiga tersangka lain berinisial JG, NZ, WRB dan langsung ditahan.


Ini hasil temuan dari pemeriksaan 4 tersangka demonstrasi UU Ciptaker berujung rusuh di Medan Kamis [8/10]. Ke-4 tersangka itu, dijerat pasal ujaran kebencian dalam UU ITE dan Pasal 160 KUHP.

Terkait KA, ketua KAMI Medan sekaligus menjadi admin grup KAMI Medan. Dari perbincangan JG di grup itu Argo menyebut ada skenario membuat kerusuhan seperti terjadi pada 1998 silam.

“Dia [JG] menyampaikan ‘batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang dan bensin bisa berjajaran,’ dan sebagainya itu. Kemudian ada juga yang menyampaikan ‘buat skenario seperti 1998. Penjarahan toko etnis China dan rumah-rumahnya, kemudian preman diikutkan untuk menjarah’,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 15 Oktober 2020.

* Itp-17

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini