Dokter dan ASN Dinkes Sumut Jualbeli Vaksin Sinovac ke 1085 Orang

0
218
Poldasu melaksanakan konfrensi pers terkait jualbeli vaksinasi ilegal. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Kepolisian Daerah Sumatera Utara [Poldasu] menetapkan 4 tersangka terdiri dari dokter dan ASN Dinkes Sumut, di kasus dugaan jualbeli vaksin Sinovac kepada 1085 warga yang membutuhkan, sejak April 2021.

Mereka yang terlibat kasus jualbeli vaksin Sinovac, SW [40] adalah agen properti, IW [45] oknum dokter di rumah tahanan [Rutan] Tanjung Gusta, KS [47] oknum dokter di Dinas Kesehatan [Dinkes], Sumatera Utara [Sumut] dan SH oknum aparatur sipil Negara [ASN] di Dinkes Sumut.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Sabtu 22 Mei 2022, tersangka SW menyebut ke Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mendapatkan vaksin dari dua dokter berinisial KS dan IW. Dia pun mengakui telah memberikan sejumlah uang untuk kegiatan vaksinasi tersebut.

“Awal ceritanya teman-teman mencari saya dan saya menjadi jembatan teman-teman yang sangat ingin diberikan vaksin. Kemudian pada tanggal dan tempat yang sudah ditentukan vaksinasi dilaksanakan,” kata SW.

Setelah itu, lanjutnya, teman-teman mengumpulkan dana-dana itu. “Setelah selesai saya berikan kepada dokter. Tunai dan non tunai. Biaya vaksinasi ke warga Rp250.000 per orang. Saya serahkan ke dokter, lalu dokter memberikan imbalan uang capek dan segalanya ke saya, tanpa saya minta,” ungkapnya.

4 Tersangka jualbeli vaksin Sinovac. Foto Istimewa

SW pun menyebutkan, dana dimasukkan ke rekening dan ada yang tunai. Vaksin diambil langsung dari Dinkes Sumut. Kapoldasu juga memanggil salah seorang petugas vaksinasi, Suf. Menurutnya sudah tiga kali melakukan vaksinasi, salah satunya di Jati Residence.

Di momen tersebut, Kapoldasu Panca mengingatkan masyarakat, untuk mendapatkan vaksinasi tidak ada yang dipungut bayaran karena itu pemberian pemerintah.

“Dan siapa yang melakukan tindak pidana, melakukan penyimpangan vaksin, itu adalah barang milik negara yang harus dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya,” ujar Panca.

Sebagaimana di-publish media massa ribuan peserta yang bersedia bayar Rp250.000 dari kasus praktik dugaan jualbeli vaksin Sinovac yang dimotori oleh 4 tersangka berlangsung sejak April 2021. Setiap orang yang hendak ikut vaksinasi, harus membayar Rp250.000.