Donald Trump Dimakzulkan, Mampukah Dilengserkan….

0
45
Presiden AS Donald Trump sedang menghadapi pemakzulan. Foto Istimewa

Dari angka-angka  mungkin saja hanya bersifat sementara, namun untuk saat ini Partai Demokrat sepatutnya khawatir jika mereka benar-benar ingin melengserkan Donald Trump…

Washington DC-Intipnews.com:Ketika banyak suara yang tidak menyukai tindak-tanduk Presiden AS Donald Trump, pemakzulan resmi ini akan menjadi jawaban bagaimana sebenarnya. Apakah Trump bisa lolos seperti sebelumnya Presiden AS Bill Clinton [1998].

Informasi dihimpun Intipnews.com, Kamis 19 Desember 2019, Donald Trump merupakan presiden ketiga dalam sejarah Negeri ‘Uncle Sam’ yang dimakzulkan. Dalam sidang paripurna yang digelar Rabu malam waktu setempat 18 Desember 2019, DPR AS menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu.

Yaitu Pasal pertama Penyalahgunaan Kekuasaan, mendapat dukungan 230, dengan 197 politisi House of Representatives. Adapun jumlah minimal dukungan yang diperlukan di DPR AS guna membawa proses pemakzulan Trump ke level Senat adalah 216.

Sementara pasal 2 kedua, Menghalangi Penyelidikan Kongres menerima dukungan 229, dalam hasil yang dibacakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump menjadi presiden setelah Andrew Johnson [1868], dan Bill Clinton yang dimakzulkan di level DPR AS.

Setelah ini, tahap selanjutnya dalam proses pemakzulan adalah membawa resolusi tersebut ke level Senat, di mana mereka akan membahasnya tahun depan.

Di tahap ini, kecil kemungkinan Trump bakal dilengserkan karena 53 dari 100 kursi senator dipegang oleh Partai Republik. Timbul pertanyaan apakah pemakzulan Donald Trump akan Lengser?

 Terdapat fakta yang berkembang proses pemakzulannya ini justru menguntungkan Trump secara politis. Berdasarkan polling yang dilakukan kantor berita Gallup, sebelum DPR melakukan pemungutan suara, dua hal terjadi sejak Demokrat [yang berada di bawah pimpinan Nancy Pelosi] membuka sidang pemakzulan terbuka terhadap Donald Trump.

Pertama, tingkat persetujuan terhadap Trump untuk menjabat meningkat dari 39% menjadi 45%. Kedua, dukungan untuk proses pemakzulan dan pelengseran Trump menurun dari 52% menjadi 46%.

Hasil tersebut secara luas menunjukkan dukungan masyarakat terhadap proses pemakzulan Trump kian menurun. Dalam polling yang dilakukan CNN, suara masyarakat yang mengatakan dukungannya terhadap pelengseran Trump menurun dari 50% menjadi 45%.

Angka yang sama juga ditunjukkan polling lainnya yang menunjukkan 46% suara yang setuju untuk proses pemakzulan, sedangkan 49% bersuara sebaliknya.

Membuat Proses Pemakzulan Menjadi Lebih Intens

Pemakzulan tidak berarti Trump lengser sebagai presiden. Pemakzulan berarti membawa dakwaan kepada pemerintah atas dugaan kejahatan. Proses berikutnya berada di Senat AS. Namun, Senat dikuasai senator partai penguasa sehingga proses pemakzulan Donald Trump oleh DPR AS berpotensi menjadi percuma.

Jika dibandingkan dengan presiden yang terdahulu, seperti Bill Clinton yang juga mengalami proses pemakzulan, kali ini masyarakat lebih senang terhadap proses pemakzulan Donald Trump daripada pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Faktanya, angka yang diraih Trump terkait proses pemakzulan, mirip dengan Richard Nixon pada tahun 1974. Angka-angka tersebut yang didapat selama beberapa waktu belakangan ini, membuat proses pemakzulan menjadi lebih intens. Tak hanya bagi Trump, tetapi justru bagi Partai Demokrat.

Angka-angka tersebut mungkin saja hanya bersifat sementara, namun untuk saat ini Partai Demokrat sepatutnya khawatir jika mereka benar-benar ingin melengserkan Donald Trump.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini