DPRD Dedy Terang-terangan Tolak Pembangunan SPBU Shell di Medan

5
DPRD Dedy Terang-terangan
DPRD Dedy Terang-terangan tolak pembangunan SPBU Shell di Medan. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Anggota DPRD terang-terangan tolak pembangunan SPBU Shell di Medan. “Saya Dedy Aksyari Nasution, Anggota DPRD Kota Medan Komisi IV Fraksi Gerindra menolak pembangunan SPBU Shell di lokasi ini,” begitu bunyi pernyataan di spanduk.

Anggota komisi 4 DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ini memasang spanduk penolakan rencana pembangunan SPBU Shell di lokasi tempat pendirian bangunan, di Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area, yang bisa disaksikan masyarakat yang lalulalang, Jumat [2/7/21].

DPRD Dedy terang-terangan tolak Pembangunan SPBU Shell di Medan, melalui spanduk warna kuning dengan tulisan merah, berukuran 1×3 meter itu dipasang persis di depan lokasi rencananya akan dibangun SPBU Shell, yang sebelumnya mendapat penolakan warga setempat. Menurut Dedy kepada wartawan, dia sengaja membuat spanduk tersebut.

Dijelaskan Dedy, ada keanehan dalam penerbitan Izin Mendirikan bangunan Bangunan [IMB] untuk pembangunan SPBU Shell. Sebab, tetangga yang bersebelahan langsung dengan lokasi pembangunan tidak mengetahui pembangunan SPBU, karea tidak dimintai izin. Padahal itu merupakan syarat dalam mengajukan permohonan IMB.

Bertemu Menteri Ceko

“Makanya ini harus ditinjau ulang. Ini harus jelas titik terangnya. Apa alasan Dinas Perizinan untuk mengeluarkan izin pembangunannya,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan. Politisi Partai Gerindra ini membantah komisi 4 DPRD Medan pernah mengeluarkan rekomendasi bolehnya dikeluarkan IMB atas bangunan tersebut.

“Kalau gak salah yang saya tahu hanya surat persetujuan saja, itupun saat itu kami anggota komisi 4 banyak yang gak hadir, termasuk saya. Kalau saya pribadi, saya sepakat dengan Ketua DPRD Hasyim, itu gak boleh dikeluarkan izinnya,” menjawab wartawan.

Dedy yang diketahui Ketua Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah [RTRW] DPRD Kota Medan juga menyebutkan, pihaknya masih belum mengetahui apakah lokasi tersebut merupakan lokasi usaha atau tidak menurut rencana detail tata ruang [RDTR].

“Kita harus cek dulu Jalan Wahidin itu zona apa, apakah zona pemukiman atau bukan. Makanya harus dicek lagi,” ungkapnya. Dinformasikan, Pemerintah Kota [Pemko] Medan bahkan sudah melakukan mediasi antara warga yang menolak dengan pihak manajemen Shell.

Itp-04